Saturday, August 8, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Cetak Generasi Muda Sadar Tani, Buleleng Dijadikan Percontohan Program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah

SINGARAJA, The East Indonesia – Pemerintah Kabupaten Buleleng bersama Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Langkah tersebut diwujudkan melalui penyerahan penghargaan Program Desa Pangan Berbasis Suplai dan Swasembada Pangan Berbasis Sekolah yang dipusatkan di SD Negeri 3 Banjar Jawa, Singaraja.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna serta Sekda Gede Suyasa hadir langsung mendampingi Perwakilan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Dewan Pembina YSPN bersama jajaran YSPN dalam kunjungannya hari ini, Jumat (7/8).

Dalam sambutannya, Bupati Buleleng menyampaikan apresiasinya kepada YSPN dan jajaran Kementerian Dalam Negeri atas pendampingan berkelanjutan di wilayahnya. Pemkab Buleleng mendukung penuh berbagai program edukasi pangan di tingkat sekolah serta upaya pengembangan komoditas unggulan lokal, seperti budidaya anggur di wilayah Kecamatan Banjar dan sekitarnya.

“Meskipun kemampuan fiskal daerah tergolong terbatas, keterlibatan pihak yayasan dan pemerintah pusat melalui gagasan kreatif sangat membantu kami dalam menjaga ketahanan pangan dan menggerakkan potensi UMKM lokal,” ujar Bupati Sutjidra.

Sementara itu, Ketua Pembina YSPN, Dr. H. Sudrajat, menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan pilar utama fondasi bangsa. Menghadapi tantangan regenerasi petani di mana mayoritas petani Indonesia saat ini berusia di atas 50 tahun, program penanaman berbasis sekolah menjadi krusial untuk menanamkan kesadaran pangan sejak dini.

“Pangan adalah pilar pertahanan bangsa. Jika struktur pangan tidak terjamin, suatu bangsa bisa goyah. Melalui sekolah, kita mengajak generasi muda untuk mengenal pertanian, belajar menanam, dan memanfaatkan teknologi modern seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence) serta pemanfaatan bibit hibrida unggul,” jelas Sudrajat. Dalam kesempatan tersebut, YSPN juga mengapresiasi keberhasilan demplot pertanian di Buleleng yang mampu mencatatkan produktivitas panen hingga 10,7 ton per hektar.

Senada dengan hal tersebut, Dewan Pembina YSPN Prof. Akmal Malik menyoroti pentingnya pembangunan kapasitas sumber daya manusia (domainware) di samping pembangunan fisik infrastruktur oleh pemerintah pusat. Akmal Malik menilai bahwa sekolah merupakan sarana paling efektif untuk menanamkan pemahaman politik pangan dan kesadaran lingkungan tanpa terhambat oleh batas-batas sekat politik daerah.

“Kita harus menyiapkan anak-anak muda kita agar siap menjaga keberlanjutan pangan di masa depan. Kolaborasi non-pemerintah melalui lembaga yayasan seperti YSPN ini hadir untuk mengisi celah dan menyatukan semangat gotong royong demi NKRI,” tegas Bahtiar.

Melalui penyerahan penghargaan di SD Negeri 3 Banjar Jawa yang juga diberikan kepada SMPN 1 Singaraja dan SMKN 3 Singaraja, Kabupaten Buleleng diharapkan dapat menjadi percontohan nasional dalam mengintegrasikan pendidikan lingkungan, pertanian sekolah, dan ketahanan pangan berbasis komunitas.(Wis)

Popular Articles