Sunday, August 23, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Pertukaran Industri Musik Indonesia – Taiwan Dimulai di Ubud Bali

Gianyar, The East Indonesia – Indonesia menarik perhatian musisi Taiwan, karena kedua negara ini memiliki hubungan budaya yang dekat termasuk Industri musik. Taiwan Beats yang merupakan program dan platform musik non-profit yang didukung Pemerintah Taiwan, menjadikan Ubud Bali sebagai langkah awal menjajaki industri musik Indonesia.

Taiwan Beats yang dimulai sejak tahun 2015 lalu itu, mulai menggelar Taiwan Beats 2026 di Biji World Ubud Bali, Sabtu (22/08/2026). Gelaran Taiwan-Indonesia Music Exchange & Business Matching Event itu diagendakan berlangsung di Bali dan Jakarta selama 21 – 25 Agustus 2026.

Event yang mempertemukan musisi Indonesia dan Taiwan itu menghadirkan perform dua musisi Taiwan, Linion dan Managona. Sementara Indonesia menghadirkan musisi Bali Rhythm Rebels, Robokids, dan Adam Alydrus dalam gelaran Taiwan Beats 2026

Chairperson Taiwan Beats 2026, Phil Tang menuturkan, Taiwan Beats hadir untuk memperluas pemahaman antara industri musik Taiwan dan Indonesia. Menurutnya, kedua negara ini memiliki hubungan budaya yang sudah cukup dekat, termasuk melalui musik.

“Di Taiwan, banyak lagu yang sangat populer sebenarnya memiliki pengaruh dari Indonesia. Saya juga memiliki banyak grup musik Indonesia yang saya sukai dan sudah beberapa kali menghadiri Java Jazz Festival,” tutur Phil Tang, Sabtu (22/08/2026) petang.

Menurut Tang, Taiwan Beats memberikan ruang bagi musisi kedua negara untuk saling mengenal. Tang mengaku, sejumlah potensi yang belum sepenuhnya digarap dalam hubungan musik Taiwan dan Indonesia.

“Ini menunjukkan bahwa penonton di kedua negara sebenarnya memiliki banyak ruang untuk saling mengenal. Kami memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar, dan itulah salah satu makna dari pertukaran yang kami lakukan hari ini. Artinya, kami perlu meningkatkan saling pengertian,” ujarnya.

Taiwan Beats 2026 tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik, tetapi juga business matching, seminar, serta pertemuan dengan berbagai pelaku industri musik lokal. Delegasi Taiwan melakukan penjajakan dengan kurator festival, label rekaman, pengelola tempat pertunjukan, media, dan pelaku industri kreatif di Bali dan Jakarta.

Sementara musisi Taiwan, Linion dan Managona berbagi mengenai karakter musik serta pengalaman mereka tampil di Indonesia kepada awak media di sela-sela gelaran Taiwan Beats 2026. Linion dikenal dengan musik yang memadukan R&B, Neo-Soul, dan berbagai unsur budaya, sementara Managona menggabungkan perkusi, musik elektronik, dan seni visual dalam pertunjukannya.

Kehadiran Linion dan Managona menjadi bagian dari upaya Taiwan Beats mempertemukan karya dan pelaku musik Taiwan dengan ekosistem musik Indonesia. Melalui showcase, pertukaran langsung antara musisi dan penonton juga menjadi bagian penting dari program tersebut.

Menurut Tang, peluang pertukaran tersebut dapat berkembang lebih jauh ke berbagai bidang industri kreatif. Ia melihat hubungan Taiwan dan Indonesia memiliki ruang untuk dikembangkan melalui proyek lintas negara.

“Saya percaya tema lintas negara seperti ini dapat menjadi salah satu arah yang memungkinkan Taiwan dan Indonesia memperdalam kerja sama di masa depan. Tema semacam ini juga dapat membuka arah yang menarik untuk memperkuat hubungan antara Taiwan dan Indonesia,” harap Tang.

Taiwan Beats merupakan bagian dari upaya Bureau of Audiovisual and Music Industry Development (BAMID), Kementerian Kebudayaan Taiwan, untuk memperluas kehadiran musik populer Taiwan di pasar Asia Tenggara.

Beberapa tahun belakangan, BAMID mengembangkan berbagai program pertukaran dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara melalui partisipasi festival musik, showcase kurasi, rekomendasi artis, proyek kolaborasi, serta kegiatan business matching. Pada periode 2023-2024, program tersebut berfokus pada Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Memasuki periode 2025-2026, Program Ekspansi Musik Pop ke Pasar Asia Tenggara diperluas ke empat negara, yaitu Thailand, Indonesia, Vietnam, dan Filipina. Delegasi Taiwan Beats 2026 menjalankan rangkaian pertukaran selama lima hari di Bali dan Jakarta, dengan Indonesia menjadi salah satu tujuan utama dalam upaya memperluas pasar musik Taiwan di Asia Tenggara.

Potensi budaya dan hubungan sosoal masyarakat Indonesia dinilai berpotensi penting bagi industri musik Taiwan. Karena besarnya pasar musik, perkembangan ekosistem pertunjukan, sehingga melalui pertemuan langsung dengan pelaku industri musik lokal, Taiwan Beats berupaya memahami preferensi audiens, pola produksi, serta karakter pasar Indonesia secara lebih dekat. (*)

Popular Articles