Tuesday, August 25, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Berhasil Harumkan Nama Belu di Provinsi, Akankah 4 Paskibraka Dapat Apresiasi?

ATAMBUA, The East Indonesia – Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sukses menjalankan tugas mulia dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Prosesi sakral tersebut berlangsung khidmat di Alun-Alun Rumah Jabatan Gubernur NTT pada Senin, 17 Agustus 2026, dengan Inspektur Upacara Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena.

Dalam momentum bersejarah tersebut, Kabupaten Belu patut berbangga. Pasalnya, wilayah perbatasan RI-RDTL ini menjadi salah satu kabupaten yang menyumbangkan anggota Paskibraka terbanyak di tingkat provinsi, dengan mengirimkan empat siswa-siswi terbaik dari SMAN 1 Atambua.

Keempat putra-putri berprestasi tersebut adalah Agnetta Michjica Bunda Kaligis, Yohanes Djuanito Nahak Seran, Alexandro Mzahri Irketong, dan Clara Melani Carolin Barends.

Prestasi mereka pun terbilang gemilang. Agnetta Michjica Bunda Kaligis dipercaya memegang peran sebagai pembawa baki Bendera Merah Putih pada upacara pengibaran pagi hari.

Sementara pada sore harinya, Yohanes Djuanito Nahak Seran dan Alexandro Mzahri Irketong unjuk gigi dalam tim penurun bendera, berkolaborasi dengan Irenius Efridus Pahu dari SMA Kristen Sabu Raijua.

Kendati telah mengharumkan nama daerah di hadapan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, nasib kurang beruntung justru membayangi kepulangan mereka.

Saat ditemui oleh awak media di Atambua pada Senin, 24 Agustus 2026, keempat remaja berprestasi ini diketahui sudah kembali ke kampung halaman, namun tampaknya belum mendapatkan atensi maupun apresiasi resmi dari Pemerintah Daerah (Pemkab) Kabupaten Belu.

Saat diwawancarai terpisah, salah satu anggota Paskibraka, Yohanes Djuanito Nahak Seran, mengungkapkan rasa bangga sekaligus harunya bisa menembus seleksi hingga tingkat provinsi.

“Perasaan saya tentunya bangga karena bisa sampai ke tingkat provinsi. Saya juga sangat senang karena hasil perjuangan saya tidak sia-sia dan bisa membanggakan orang tua di hadapan Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur,” tutur Yohanes Djuanito.

Ia mengisahkan, keberhasilan ini diraih lewat proses persiapan dan disiplin yang sangat ketat sebelum diberangkatkan ke Kupang.

Mereka rutin menjalani latihan setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat. Dibawah bimbingan para Pamong dan kakak-kakak Purna Paskibraka, mereka juga diwajibkan menjaga pola makan serta pola tidur secara ketat.

“Dari Belu sendiri ada empat orang. Bisa dibilang kami adalah salah satu kabupaten yang terbanyak menyumbangkan anggota Paskibraka untuk NTT tahun ini,” tambah Yohanes Djuanito.

Menutup keterangannya, Yohanes Djuanito Nahak Seran menaruh harapan besar bagi keberlanjutan regenerasi Paskibraka di daerahnya.

“Harapan ke depannya, semoga Paskibraka untuk angkatan selanjutnya bisa jauh lebih baik lagi dari angkatan kami,” pungksanya. (Ronny)

Popular Articles