Thursday, September 10, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Kiprah 17 Tahun Walde Berek di DPRD Belu: Simbol Kepemimpinan Perempuan dan Komitmen Tanpa Henti

ATAMBUA, The East Indonesia – Dalam panggung politik Kabupaten Belu, nama Januaria Awalde Berek telah menjadi ikon tersendiri.

Politisi andalan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini tidak hanya dikenal sebagai peraih suara signifikan di setiap Pemilihan Legislatif (Pileg), tetapi juga kini digadang-gadang sebagai salah satu figur perempuan potensial untuk memimpin Kabupaten Belu di masa depan.

Eksistensinya di gedung parlemen berawal dari sebuah tanggal cantik yang bersejarah: 09-09-09.

Tepat pada 9 September 2009, perempuan kelahiran 3 Januari 1980 ini resmi mengucapkan sumpah janji sebagai anggota DPRD Belu periode 2009-2014, berdasarkan Surat Keputusan Gubernur NTT Nomor: Pem.171.2/616/2009.

Di bawah panduan Ketua Pengadilan Negeri Atambua saat itu, Pahala Simanjuntak, S.H., M.Hum., langkah awal sang Srikandi resmi dimulai bersama 34 legislator lainnya.

Karier politik alumni Universitas Muhammadiyah Kupang ini kian melesat pada periode berikutnya (2014-2019).

Di usia yang terbilang muda, 34 tahun, Walde Berek mengukir sejarah baru sebagai perempuan pertama yang berhasil menduduki jabatan Ketua DPRD Kabupaten Belu (pemegang kendaraan dinas DH 3).

Selama menakhodai lembaga legislatif tersebut, ibu empat anak ini berhasil mengawal berbagai capaian penting bagi daerah. Di antaranya adalah diraihnya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK secara berturut-turut, penetapan APBD yang selalu tepat waktu, hingga keberhasilannya menyinergikan program pembangunan infrastruktur dan rumah layak huni bagi masyarakat Belu berkat dukungan penuh dari mantan Ketua Komisi V DPR RI, Fary Djemy Francis.

Ketangguhan politik Walde Berek kembali diuji pada Pileg periode 2019-2024. Meski dinamika politik di Daerah Pemilihan (Dapil) 4 berlangsung sengit dengan kehadiran para kompetitor tangguh, ia membuktikan kapasitasnya dengan tetap mengamankan satu kursi di parlemen.

Tepat pada hari ini, Rabu (09/09/2026), pengabdian tanpa henti Januaria Awalde Berek genap memasuki usia 17 tahun.

Menjalankan amanah baru sebagai Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Belu periode 2024-2029, rekam jejak lulusan SMAN 1 Atambua ini menjadi bukti nyata dedikasi dan konsistensi seorang perempuan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat di tapal batas.

“Pertama-tama saya menyampaikan
ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, kepada para leluhur, dan terutama kepada seluruh pemilih setia yang selama ini terus memberikan kepercayaan dan dukungan kepada saya,” ungkap Walde Berek saat dikonfirmasi awak media The East Indonesia, Rabu (09/09/2026).

Walde Berek menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan kepadanya merupakan amanah besar yang selalu dianggapnya serius, di mana setiap suara masyarakat adalah tanggung jawab untuk terus memperjuangkan kebutuhan mereka.

Dirinya juga menyadari bahwa selama 17 tahun mengabdi, belum semua aspirasi dapat terwujud, meski sebagian sudah dirasakan manfaatnya, keterbatasan anggaran daerah membuat banyak kebutuhan masyarakat yang masih belum bisa direalisasikan.

“Untuk berbagai hasil perjuangan yang sudah ada, saya memohon kepada masyarakat agar dirawat dan dijaga dengan baik. Jalan yang sudah dibangun, alat dan mesin pertanian yang sudah diberikan, maupun berbagai aset dan fasilitas lainnya merupakan milik masyarakat yang harus dimanfaatkan dan dipelihara bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ungkap Walde Berek.

Wanita yang saat ini menjabat Ketua DPC Partai Gerindra Belu meminta masyarakat yang aspirasinya belum terwujud untuk bersabar dan menegaskan bahwa hal tersebut bukan berarti dilupakan atau tidak diperjuangkan.

Dirinya mengatakan bahwa semua aspirasi tetap dicatat dan diperjuangkan, namun masyarakat perlu memahami adanya keterbatasan anggaran sehingga pembangunan harus dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas.

“Saya percaya bahwa pengabdian bukan tentang seberapa banyak yang sudah kita lakukan, tetapi tentang seberapa tulus kita terus berusaha hadir dan memperjuangkan masyarakat. 17 tahun adalah perjalanan yang panjang, tetapi bagi saya ini bukan akhir. Selama masih diberikan kepercayaan, kesehatan, dan kesempatan, saya akan terus berjuang bersama masyarakat Belu, khususnya dalam menyuarakan kebutuhan masyarakat di daerah pemilihan dan Kabupaten Belu secara keseluruhan,” urai Walde Berek.

Popular Articles