Saturday, September 12, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Respons Keluhan Mahasiswa, Perbaikan Jalan Kampus STISIP Segera Diakomodir Pemkab Belu di APBD Perubahan 2026

ATAMBUA, The East Indonesia — Pemerintah Kabupaten Belu berkomitmen meningkatkan infrastruktur jalan di wilayahnya. Salah satu fokus perhatian saat ini adalah akses jalan menuju Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fajar Timur (STISIP FTA).

Komitmen ini menjadi respons positif pemerintah daerah setelah menerima langsung aspirasi dan keluhan dari para mahasiswa STISIP FTA terkait kondisi jalan yang dinilai kurang layak dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Belu, Ferdinand Hale Kin, ST, menyatakan bahwa anggaran untuk perbaikan jalan tersebut telah diakomodasi dalam rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.

“Untuk jalan menuju Kampus STISIP Fajar Timur, di (sidang) Perubahan ini sudah kita taruh anggarannya,” ujar Ferdinand saat dikonfirmasi oleh awak media pada Jumat, 11 September 2026.

Menurut pria yang akrab disapa Dedi Kin, usulan anggaran tersebut kini telah melewati tahapan pembahasan penting bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Belu, baik di tingkat Komisi maupun Badan Anggaran (Banggar).

Saat ini, kelanjutan proyek tersebut tinggal selangkah lagi sembari menunggu proses evaluasi dan verifikasi di tingkat pemerintah yang lebih tinggi.

“Tinggal menunggu konsultasi ke pihak Provinsi. Jika tidak ada perubahan dan anggaran tersebut resmi ditetapkan dalam sidang paripurna Perubahan, maka ruas jalan itu akan segera dikerjakan pada tahun ini juga,” jelasnya optimis.

Dedi Kin memaparkan, total anggaran yang dialokasikan untuk penanganan jalan ini adalah sebesar Rp1,1 Miliar.

Dengan dana tersebut, jalan akan dibangun menggunakan konstruksi lapisan hotmix sepanjang 250 hingga 300 meter.

Meski demikian, PLT Kadis PUPR Belu ini mengakui bahwa keterbatasan anggaran daerah membuat perbaikan belum bisa mencakup seluruh jalur secara total.

Prioritas pengerjaan akan difokuskan pada titik-titik yang mengalami kerusakan paling parah.

“Karena keterbatasan anggaran, pengerjaan akan kita mulai dari titik jalan yang rusak menuju Kampus STISIP. Namun, dengan jarak (panjang) tersebut, memang belum bisa sampai persis di depan kampus karena total panjang akses jalan ke sana mencapai hampir 1 kilometer,” tutup Plt. Kadis PUPR Belu tersebut.

Untuk diketahui, perbaikan jalan ini tidak terlepas dari usaha dan aspirasi mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fajar Timur (STISIP FTA) terkait kondisi akses jalan menuju kampus mendapat respons positif dari Pemerintah Daerah kabupaten Belu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Belu.

Dalam sempat audensi dalam audiensi antara mahasiswa STISIP FTA dan PLT Kepala Dinas PUPR Kabupaten Belu, Jumat, (11/09), perwakilan mahasiswa menyampaikan aspirasi dan keluhan terkait kondisi jalan yang selama ini dinilai kurang layak dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Aspirasi mahasiswa tersebut kemudian mendapat respons dari Dinas PUPR dengan adanya komitmen untuk melakukan perbaikan pada tahun ini.

Sementara itu, kejelasan nominal anggaran ini juga menjawab pertanyaan dari mantan Ketua BEM STISIP FTA, Melfridus Kali.

Lelaki yang akrab disapa Fridus Kali ini sebelumnya menekankan pentingnya transparansi besaran anggaran agar publik dapat ikut mengawal pelaksanaan pekerjaan di lapangan agar berjalan sesuai kebutuhan.

Merespons komitmen cepat dari Dinas PUPR, perwakilan mahasiswa STISIP FTA menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ferdinand Hale Kin beserta jajaran.

Mahasiswa berharap agar komitmen yang lahir dari ruang audiensi ini dapat segera direalisasikan demi menghadirkan akses berkendara yang aman, nyaman, sekaligus menekan risiko kecelakaan bagi sivitas akademika maupun masyarakat sekitar. (Ronny)

Popular Articles