Sunday, October 4, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

PSSI Buleleng Gelar Bupati Cup 2026, Cari Bibit Terbaik untuk Porprov Bali

SINGARAJA, The East Indonesia – ASOSIASI Kabupaten (Askab) PSSI Buleleng menggelar ajang Kejuaraan Sepakbola Bupati Cup Tahun 2026. Turnamen antar-klub elite Bali Utara ini dijadwalkan berlangsung pada 11 Oktober hingga 22 Oktober 2026 mendatang di Stadion Mayor Metra, Singaraja.

Pada kejuaraan ini, sebanyak 8 klub dari berbagai tingkatan kasta kompetisi resmi Askab PSSI Buleleng akan berpartisipasi. Klub-klub yang menyatakan siap ambil bagian berasal dari tiga kasta kompetisi lokal Buleleng.

Dari Liga 1 PSSI Buleleng ada Amartha FC Patas, Putra Devata Pakisan, Putra Kubutambahan FC, dan Satria Muda Pengulon.

Sementara dari Liga 2 PSSI Buleleng, Teja Harum Tejakula dan Tunas Harapan Pengastulan siap ambil bagian.

Terakhir dari Liga 3 PSSI Buleleng, klub Intan Jaya FC Celukan Bawang serta Sukla Bali FC Sumberklampok juga ikut meramaikan kejuaraan.

Ketua Umum Askab PSSI Buleleng, Gede Suyasa, menjelaskan bahwa penyelenggaraan kejuaraan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Buleleng untuk memantau serta menjaring pemain-pemain potensial yang akan diproyeksikan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali.

”Sesuai dengan arahan dan program KONI, setiap tahun kami menjalankan program Kejuaraan Bupati Cup ini. Dari undangan yang kami sebar, ada 4 klub Liga 1, 2 klub Liga 2, dan 2 klub Liga 3 yang menyatakan siap bertanding,” terang Suyasa, Minggu (4/10/2026).

Meskipun tim pemandu bakat juga memantau jalannya turnamen-turnamen independen yang diselenggarakan oleh komunitas maupun kelompok masyarakat, Bupati Cup tetap dijadikan barometer prioritas dalam proses seleksi pemain tim daerah Buleleng.

Keputusan Askab PSSI Buleleng menyilangkan klub Liga 1 dengan juara serta runner-up Liga 2 dan Liga 3 didasari pertimbangan kesiapan klub dan kedalaman kualitas talenta lokal. Menurut Suyasa, jurang kualitas teknis antar-pemain di papan atas ketiga divisi tersebut tidak terlalu jauh berbeda.

”Kami tidak ingin membatasi hanya untuk Liga 1. Jangan-jangan ada pemain yang sangat potensial di Liga 2 dan Liga 3 yang justru luput jika tidak diundang. Melibatkan mereka membuat jangkauan pencarian bakat kami jauh lebih luas,” tegasnya.

Tak hanya itu, ajang ini sekaligus menjadi panggung pembuktian kepatuhan dan konsistensi pembinaan klub internal PSSI Buleleng.

”Kalau nanti ada klub Liga 1 yang justru kalah dari klub Liga 2 atau Liga 3, itu menjadi tamparan gengsi. Artinya proses pembinaan di klub tersebut kurang kontinu. Ini jadi evaluasi penting bagi klub-klub kasta utama agar tidak mengendurkan pola pembinaan. Namun sekali lagi, fokus utama kami adalah mendapatkan bibit pemain terbaik untuk Buleleng,” pungkasnya.(Wis)

Popular Articles