Friday, October 9, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Dekranasda Buleleng Perkuat Komitmen Kembangkan Wastra dan UMKM Lokal

SINGARAJA, The East Indonesia – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Buleleng mendukung dan mengapresiasi pelaksanaan Fashion Road Show Dekranasda Provinsi Bali bertema “Wastra Hitakara” yang menjadikan Buleleng sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Kamis (8/10), dan menjadi momentum untuk memperkuat pengembangan wastra sekaligus mendorong perajin dan pelaku UMKM Buleleng meningkatkan kualitas serta daya saing produknya.

Ketua Dekranasda Kabupaten Buleleng Ny. Wardhany Sutjidra dalam sambutannya menyampaikan, pengembangan wastra tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya daerah. Menurutnya, wastra memiliki nilai yang lebih besar daripada sekadar produk sandang karena di dalamnya terkandung kekayaan budaya yang perlu dipahami, dilestarikan, dan dikembangkan. Demikian, keberadaan Fashion Road Show menjadi momentum untuk membuka wawasan perajin dan pelaku UMKM mengenai potensi wastra ketika dikembangkan melalui kreativitas dan industri fashion.

“Karena itu, kita harus mampu memahami apa yang kita miliki, kemudian mengembangkan dan mempromosikannya sehingga tidak hanya menjadi warisan yang kita jaga, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya

Ny. Wardhany mengatakan, Buleleng memiliki banyak potensi perajin dan pelaku UMKM yang perlu terus dibina. Pembinaan tidak cukup hanya berfokus pada kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga perlu mencakup kreativitas, desain, pemasaran, hingga kemampuan mengikuti perkembangan industri fashion. Menurutnya, potensi yang telah dimiliki harus menjadi titik awal untuk dikembangkan secara bertahap sesuai dengan kekuatan masing-masing daerah.

“Kita tidak perlu berpikir terlalu jauh. Kita lihat apa yang sudah kita miliki, mana yang perlu dikembangkan dan mana yang perlu ditingkatkan, karena masing-masing daerah mempunyai kekuatan dan potensinya sendiri. Buleleng juga harus mampu mengembangkan apa yang menjadi kekuatan kita,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengembangan tersebut membutuhkan keberlanjutan dan kolaborasi. Fashion Road Show diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi pemantik bagi perajin, desainer, model, dan pelaku UMKM untuk terus berkarya dan meningkatkan kualitas produknya. Ny. Wardhany juga menyoroti pentingnya memperluas wawasan pelaku UMKM agar tidak hanya menyasar pasar yang terbatas. Menurutnya, sejumlah perajin Buleleng telah memiliki kemampuan yang baik, namun masih membutuhkan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas dan memperluas jangkauan pemasaran.

“Jangan hanya berhenti pada kegiatan hari ini, tetapi bagaimana kegiatan-kegiatan berikutnya juga bisa menjadi ruang untuk mempromosikan karya kita. Kita memiliki cukup banyak perajin dan UMKM yang potensial. Memang ada yang sudah mampu, tetapi masih ada yang perlu kita buka wawasannya, sehingga kualitasnya bisa ditingkatkan dan mereka bisa naik kelas,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster menekankan pentingnya pembinaan yang dimulai dari tingkat kabupaten/kota. Menurutnya, perajin, desainer, dan model yang telah dibina di daerah akan lebih mudah dijaring oleh Dekranasda Provinsi Bali untuk mendapatkan kesempatan berkembang lebih jauh.

“Harapan titiang, tolong bina UMKM kita, bina para desainer kita, bina para model kita, sehingga titiang di Provinsi Bali lebih mudah kemudian mengajaknya setelah dibina di kabupaten. Ketika kabupaten/kota sudah membina, titiang lebih mudah untuk menjaringnya dan memberikan kesempatan untuk melompat lebih jauh,” ungkap Ny. Putri Koster.

Arahan tersebut menjadi penguatan bagi Dekranasda Buleleng untuk terus memperkuat pembinaan di tingkat daerah. Pengembangan tidak hanya diarahkan pada produk, tetapi juga peningkatan kapasitas perajin, kreativitas, branding, pemasaran, serta kesiapan memasuki pasar yang lebih luas.

Fashion Road Show Dekranasda Provinsi Bali di Buleleng diharapkan menjadi momentum untuk dalam mengembangkan potensi kerajinan daerah. Melalui semangat “Wastra Hitakara”, wastra diharapkan tidak hanya lestari sebagai warisan budaya, tetapi juga berkembang menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.(Wis)

Popular Articles