Friday, January 16, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

MUDP Sarankan Desa Adat Proaktif dalam Penanganan Sampah di Bali Inbox x

Denpasar,theeast.co.id – ‪Ketua Majelis Umum Desa Pakraman (MUDP) Bali Jero Gede Suwena Putus Upades menyarankan agar desa adat di seluruh Bali segera menerbitkan semacam peraturan desa adat atau awig-awig terkait dengan penanganan sampah di Bali. Upaya ini merupakan tindak lanjut pertemuan dengan Presiden World Bank pada 6 Juli 2018 lalu di Pantai Serangan. Selain itu, Ketua MUDP Bali Jero Gede Suwena Putus Upadesa juga secara tegas menyarankan agar Bali segera berhenti impor plastik. Pasalnya kini masalah kebersihan dan sampah plastik yang tidak tertangani di Bali justru membuat malu kepada dunia. Padahal sudah sejak lama Bali dengan slogannya mencantumkan Bali Clean and Green.‬ “Dalam pertemuan yang dihadiri oleh puluhan perwakilan bendesa, Gubernur Bali dan jajaranya, pihak Bank Dunia, sejumlah menteri di kabinet Jokowi, pada prinsipnya mereka sepakat untuk menangani sampah Bali. Bahkan mereka siap memberikan pendanaan,” ujarnya saat ditemui di Kuta beberapa waktu lalu.

Jero Gede Suwena merasa sangat malu terhadap kondisi Bali saat ini. Dimana masalah kebersihandan kemacetan tidak tertangani. Masalah sampah di Bali ini pun telah menjadi bahasan serius dalam pertemuan antara Presiden World Bank yang dihadiri 4 menteri sekaligus di Serangan saat itu. Diantaranya Menko Kemaritiman, Menteri PU dan Perumahan Rakyat, Menteri Keuangan dan Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Indonesia.‬ “Kami semua di Bali ini merasa malu dan Indonesia secara umum bahwa sampah menjadi problem. Mengapa kami malu karena sampah kan berkaitan dengan attitude, sikap artinya moral bangsalah. Artinya sampah ini mencerminkan kebersihan. Kami malu sampai akhirnya presiden world bank datang untuk membantu,” bebernya geregetan.‬

Diakuinya petmasalahan sampah ini menjadi krusial dan membuat malu negeri ini terutama Bali yang namanya sudah mendunia. Sehingga permasalahan ini menjadi sangat urgent untuk segera ditangani. Selain slogan Bali Clean and Green memang sebuah keharusan. Bali pun bergantung pada pariwisata. Sedangkan kebersihan dan kehijauan adalah kebutuhan dunia.‬ “Pariwisata itu kalau kita tidak bisa menjaga kebersihan lingkungan, dampaknya tidak sedap dipandang. Kedua kita malu. Turis – turis mancanegara bersih – bersih di negaranya. Satu putung rokok pun tidak dapat, satu lembar plastik pun tidak dapat. Tapi kita masih berserakan,” jelasnya.‬

Menurut sarannya Bali ini memang harus berbenah, bersih dari sampah – sampah plastik. Yang notabene membutuhkan waktu jutaan tahun untuk hancur.‬ “Harus diakhiri. Saran saya Bali stop impor plastik bag. Kalau Indonesia stop pabriknya. Ini tidak akan mempersulit kita. Karena masyarakat akan mencari jalan keluar. Mereka akan mencari kantong dari kertas dari daun,” tegasnya.‬

Disebutkannya langkah konkrit yang telah dirancang untuk menjadikan Bali sebagai Pilot Project satu – satunya jalan adalah melalui desa pakraman atau desa adat dengan pararemnya atau awig-awignya atau dengan peraturan secara adat, dengan partisipasi masyarakatnya. Namun pihaknya menyadari penuh butuh dukungan pemerintah. Meskipun pada kenyataannya Perda soal sampah sudah ada, namun masih lemah dalam pengawasannya.‬

‪Dari pertemuan tersebut dibeberkan bahwa mulai kalangan menteri dan Presiden World Bank mengharapkan desa adat didepan. World Bank siap mendukung dengan pendanaannya. Sementara menteri meminta desa pakraman terdepan. Namun bakal ada pertemuan lagi dalam Konferensi World Bank terkait deklarasi soal sampah ini. Pun, desa pakraman akan menunggu gubernur dan bupati baru bagaimana memfollow-up ini.‬ “Permintaan menteri dan kami sambut kami siap. Namun harus didukung kebijakan pemerintah. Apabila atitude masyarakat seperti ini memang agak sulit juga. Saya mengusulkan supaya termotivasi harus ada reward dan punishment. Semua lingkungan mulai camat, danramil, desa pakraman, desa dinas, semuanya,” terangnya.‬

Untuk nantinya agar kebiasaan hidup bersih ini membudaya, pihaknya bertekad segera membuat pararem yang mengikat masyarakat. Agar tidak membuang sampah sembarangan. Sevara umum pararem itu nantinya adalah terkait sampah, namun kedalamnya lagi akan spesifik ke masalah sampah plastik.‬ “Jangan lagi mempergunakan kantong plastik. Kita jangan manja,” tegasnya.(Axele Dhae)

Popular Articles