Denpasar,Theeast.co.id, – Pernyataan mengejutkan disampaikan Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama sesaat setelah pengumuman Gubernur Bali terpilih Wayan Koster tentang penegasan penolakan reklamasi Teluk Benoa. Menurut Adi Wiryatama, tidak ada satu pihak pun yang dirugikan dalam penolakan reklamasi Teluk Benoa oleh Gubernur Bali terpilih yakni I Wayan Koster. “Satu-satunya yang merasa dirugikan adalah bisnis aksi demonstrasi penolakan reklamasi Teluk Benoa yang berjalan selama ini. Jadi mereka itu rugi karena tidak bisa berdemo lagi,” ujarnya di Denpasar, Jumat (24/8). Selama ini, penolakan reklamasi Teluk Benoa menjadi bisnis tersendiri dari pengerahan massa untuk berdemonstrasi dan sejenisnya. Ada banyak pihak yang memanfaatkan moment penolakan reklamasi Teluk Benoa untuk kepentingan bisnis dan keuntungan pribadi.
Menurut Adi Wiryatama, penolakan reklamasi Teluk Benoa sudah dikoordinasikan dengan semua pihak termasuk para pemilik modal atau investor, pemerintah atau kementerian. Semuanya tidak ada yang keberatan dan menyatakan setuju. “Jadi kalau ditanya siapa saja yang dirugikan ketika reklamasi Teluk Benoa ditolak, maka saya mengatakan tidak ada satu pihak pun yang dirugikan. Kecuali bisnis aksi demonstrasi itu yang dirugikan,” ujarnya. Yang paling diuntungkan adalah Bali secara umum. Selama ini reklamasi Teluk Benoa selalu menjadi pro dan kontra di kalangan masyarakat Bali. Saat ini pemerintaha setempat di bawah gubernur baru sudah secara tegas menolak reklamasi Teluk Benoa. Penegasan ini harus didukung oleh semua pihak baik yang pro maupun yang kontra.
Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur Bali terpilih I Wayan Koster menolak secara tegas untuk melanjutkan reklamasi Teluk Benoa. Bukan hanya sekedar pernyataan menolak, tetapi Koster akan menulis surat secara resmi untuk dikirim ke semua pihak bahwa Bali dengan tegas menolak reklamasi Teluk Benoa. Dalam penolakan itu, ada point yang mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu lagi melakukan aksi demo baik yang pro maupun yang kontra karena pemerintah sudah tegas menolaknya. Nah, larangan untuk menggelar aksi demo ini yang merasa sangat dirugikan adalah orang-orang yang selama ini sering demo tolak reklamasi Teluk Benoa. (Axelle Dhae)


