Denpasar,Theeast.co.id, – Penjabat Gubernur Bali Hamdani meminta agar tradisi Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) yang digelar setiap hari libur atau Minggu di Lapangan Puputan Margarana Renon Denpasar agar terus digalakan. Sebab tradisi PB3AS itu adalah wadah di mana pemerintah dapat menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Ia juga meminta masyarakat seluruh Bali agar memanfaatkan podium itu untuk menyampaikan aspirasinya. Keberadaan PB3AS) yang rutin digelar Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali setiap minggunya ini telah memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan permasalahan khususnya yang terkait dengan pelayanan publik. “Ini adalah ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan apa saja terkait dengan pelayanan publik agar bisa diperhatikan pemerintah,” ujarnya Senin (3/9).
Podium ini juga merupakan suatu inovasi yang luar biasa di dalam mengelola respon pengaduan masyarakat terkait pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah. “Ini sebuah ikon inovasi keterbukaan kepada masyarakat yang luar biasa mengingat yang bisa merasakan pelayanan pemerintah sudah baik atau belum itu adalah masyarakat itu sendiri. Untuk itu mari manfaatkan podium ini, sampaikan aspirasi disini dan kita pemerintah sangat terbuka dalam menerima semua aspirasi dan masukan dari masyarakat, ” imbuhnya.
Hamdani juga meminta kepada seluruh jajaran OPD untuk selalu mencatat setiap masukan yang disampaikan masyarakat dan tentu saja menindaklanjutinya dengan mengkomunikasikan ke tingkat pusat atau kabupaten kota jika itu merupakan kewenangan pemerintah pusat atau pemerintah kabupaten dan kota, dan segera mengeksekusi jika itu merupakan kewenangan pemerintah provinsi. Pelayanan publik kepada masyarakat tidak bisa terlepas dari pada anggaran, dan anggaran itu uang rakyat. Untuk itu masyarakat juga perlu mengetahui terkait tingkatan kewenangan yang ada beserta dengan prosedur penganggarannya. “Podium ini dapat menampung semua aspirasi yang disampaikan, tindak lanjut dan eksekusinya nanti akan diselesaikan sesuai dengan tingkatan kewenangan yang ada. Pelayanan publik adalah hal yang utama, dan podium ini adalah suatu gagasan luar biasa untuk menyerap dan merespon layanan yang kita berikan guna memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, “tuturnya.
Keberadaan PB3AS sebagai tempat menyampaikan aspirasi tidak hanya mendapat apresiasi dari Penjabat Gubernur Bali. Beberapa masyarakat umum juga berharap agar kegiatan ini dapat terus dilanjutkan. “Kita meminta agar PB3AS agar dipertahankan. Jangan sampai ganti gubernur ganti kebijakan. Program yang baik ini perlu dipertahankan,” ujar Artaya. PB3AS ini sebagai salah satu bentuk implementasi dari sebuah negara demokrasi. Untuk itu ia mengajak para generasi muda untuk memanfaatkannya. (Axelle Dhae)


