Saturday, January 24, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Pertemuan Rokok Di Nusa Dua Hancurkan Petani Tembakau Dan Cengkeh

Buleleng,Theeast.co.id, – Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) bersama Komunitas Kretek, Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia (APCI), dan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) menuding jika pertemuan Asia Pacific Conference for Tobacco Control and Health (APATCH) merupakan pintu masuk untuk menghancurkan para petani tembakau, petani cengkeh di Indonesia. Setelah membaca bahwa ada pertemuan di APATCH di Nusa Dua, maka para aktifis KNPK, APCI dan APTI menggelar konferensi pers pernyataan sikap menolak konferensi APACT 12th yang digelar di Nusa Dua Bali pada 13-15 September 2018.
Koordinator Komite Nasional Pelestaian Kretek (KNPK), Azami Mohammad dengan tegas menolak keras penyelenggaraan APACT 12th yang diinisiasi oleh Komisi Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT).
Menurutnya, APACT 12th adalah agenda intervensi asing yang bertujuan menguasai Industri Hasil Tembakau (IHT) yang hulu hingga hilirnya dikelola oleh masyarakat Indonesia secara mandiri. Sektor hulu dari IHT, lanjut Azami, adalah perkebunan tembakau dan cengkeh. Perkebunan tembakau tersebar di 15 provinsi, sementara perkebunan cengkeh tumbuh di 30 provinsi. Mayoritas lahan tembakau dan cengkeh milik rakyat. “93 persen produk IHT adalah kretek. Sisanya adalah cerutu, farmasi, produk makanan, kosmetik dan lainnya. Dari hulu hingga hilir, IHT menyerap 6,1 juta tenaga kerja. Artinya, IHT telah membantu pemerintah menghentaskan kemiskinan, menekan pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.
Tak hanya itu, IHT adalah sektor perekonomian yang paling tahan krisis. Ada sekitar 6 juta orang di Indonesia yang tergantung pekerjaan di beberapa sektor tersebut. Bila mereka hanya memiliki satu isteri, dan 2 anak, maka akan ada 18 juta orang yanag menggantungkan hidupnya dari tembakau, cengkeh, dan industri rokok. Yang lebih membanggakan, ungkap Azami, melalui penerimaan cukai, IHT memberikan sumbangan sebesar 8,92 persen terhadap APBN. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan pendapatan pajak dari sektor minyak dan gas, yang hanya 3,03 persen.
“Dengan demikian, penyelenggaraan APACT12th maupun segala gerakan yang bertujuan membunuh IHT harus dilawan, karena hal itu adalah bentuk intervensi terhadap kemandirian dan kedaulatan bangsa Indonesia,” tegas Azami dalam konferensi pers menolak APACT12th di Munduk, Bali, Kamis (13/9). (Nay)

Popular Articles