Saturday, January 24, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Partisipasi Pemilih Di Bali Diyakini Meningkat

Denpasar,Theeast.co.id, – Keberhasilan masyarakat Bali khususnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali dalam menggelar perhelatan Pilkada serentak pada Juni 2018 lalu diharapkan menular ke Pemilu tahun 2019 mendatang. Harapan ini terungkap pada acara Pembukaan Konsolidasi Regional Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilu Tahun 2019 di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Kamis (13/9). Salah satu indikator keberhasilan itu, seperti dikatakan Ketua KPU Bali Wayan Jondra adalah raihan Pengelolaan Hibah Terbaik atas pelaksanaan Pemilihan Gubernur Bali tahun 2018 berdasarkan penilaian BPK RI.‬ “Kami optimis, partisipasi pemilih di Bali akan naik drastis. Rujukannya di Pilgub Bali. Semuanya berjalan lancar dan aman. Belum lagi dalam Pilpres nanti, hanya ada dua paket sehingga publik Bali akan berbondong-bondong datang ke TPS untuk memilih,” ujarnya.

‪Gubernur Bali Wayan Koster menilai, KPU Bali telah berhasil melaksanakan Pilkada serentak tanggal 27 Juni 2018 lalu dengan sukses, aman dan damai. Selain tidak ada gugatan, tingkat partisipasi pemilih yang diatas 70 persen dinilai sebagai hasil yang bagus. “Tantangan dalam setiap pemilu adalah tingkat partisipasi pemilih yang tergantung pada tingkat ekonomi, tingkat pendidikan, dan sejenisnya. Makin tinggi partisipasi pemilih makin bagus karena menunjukkan legitimasi pemilu itu sendiri,” kata mantan anggota DPR RI ini.‬ Gubernur Koster mendukung upaya peningkatan partisipasi pemilih yang dilakukan KPU. Salah satunya dengan menjadi tuan rumah acara pembukaan Konsolidasi Regional ini, meski baru mendapat laporan rencana kegiatan dua hari sebelumnya.‬

‪Ketua KPU RI Arif Budiman mengatakan pelaksanaan Pilkada Bali yang berjalan lancar menunjukkan kedewasaan politik di Bali semakin matang. Menurutnya setelah tahun 1999 dan 2004 terjadi gejolak dalam Pemilu di Bali, semua pihak mencari jalan keluar agar demokrasi di Bali semakin baik dan hasilnya sudah terlihat pada tahun 2018 ini. Ia berharap pada pemilu tahun 2019 demokrasi di Bali akan semakin baik. “Kita percaya jika Pemilu baik maka yang terpilih bisa menjalankan roda pemerintahan dengan baik,” kata Arif.
Sebaliknya, ia menambahkan jika ada masalah dalam pemilu maka konsentrasi pemerintahan terpilih akan terpecah menyelesaikan sisa sisa masalah tersebut.‬ Ia menambahkan partisipasi masyarakat dalam pemilu bukan sekedar pada hari pemilihan, namun KPU berharap partisipasi tersebut terjadi pada semua tahapan pemilu. Menurutnya dari sejak pencalonan masyarakat sudah mulai memilah rekam jejak calon bahkan hingga pasca pemilu ikut memantau kinerjanya agar tahu apakah layak dipilih kembali. “Maka strategi yang dilakukan KPU jangan dipandang sempit hanya untuk meningkatkan pengguna hak pilih,” pinta Arif.‬ (Axelle Dhae)

Popular Articles