Atambua, Theeast.co.id, – Dalam rangka kesiapan pengamanan pemilu tahun 2019, Polres Belu melakukan Apel gelar Almatpalsus di halaman upacara Polres Belu pada Selasa siang (02/09/2018). Pada upacara tersebut Kapolres Belu juga menyempatkan doa bagi korban bencana yang ada di Kabupaten Palu, Donggala, Parigi Moutong dan Sigi, Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Kapolres Belu AKBP Christian Tobing memimpin sendiri saat mengheningkan cipta guna berdoa bagi para korban bencana yang ada di tiga kabupaten tersebut. “Untuk mendoakan teman-teman kita yang ada di Palu, Dongala, Sigi dan Moutong kita lakukan mengheningkan cipta,” ungkap Kapolres Tobing.
Dirinya mengajak semua personil Polres Belu bersama dengan masyarakat Kabupaten Belu dan Malaka untuk bersama-sama berdoa bagi saudara-saudari yang berada di Palu, Donggala, Sigi dan Moutong. Doa ini juga atas kerja keras yang dilakukan personil kepolisian bersama anggota TNI yang sedang membantu masyarakat di daerah Sulawesi Tengah yang sedang dilanda musibah gempa dan Tsunami. “Kegiatan ini semua merupakan salah satu amal dan ibadah dalam membantu masyarakat yang sedang terkena bencana gempa,” jelas Tobing.
Di samping itu terkait dengan apel gelar Almatpalsus Polres Belu dalam rangka kesiapan pengamanan pemilu tahun 2019, sebagai Kapolres Belu yang berada di daerah perbatasan negara RI-RDTL sangat mengharapkan kepada semua personil agar tetap melaksanakan kegiatan pengamanan dengan baik dalam rangka kegiatan legislatif dan pemilu presiden nanti. Dalam kegiatan pemilu legislatif dan pemilu presiden, menurut Kapolres Tobing, sangat diharapkan bagi seluruh personelnya yang terlibat dalam kegiatan pengamanan pemilu Legislatif dan pemilu Presiden yang juga akan menggunakan sarana dan prasarana pengamanan untuk menjaganya dengan baik, sehingga bisa digunakan sebagaimana mestinya. Sarana dan prasarana yang masih kurang dimintai untuk segera diinformasikan pada pihak kepolisian yang terkait sehingga pada hari H-nya nanti semua sudah lengkap untuk operasi pengamanannya. “Kita tidak mungkin bekerja maksimal tanpa adanya sarana dan prasarana yang lengkap dan diingatkan bahwa ini merupakan inventaris barang dinas Kepolisian Resor Belu. Jadi tidak boleh dibawah sebagai milik pribadi”, tegas Christian.
Sebagai Kepolres Belu yang bertugas di daerah perbatasan negara antara RI-RDTL yang ada di wilayah Kabupaten Belu dan Malaka, maka dalam menghadapi pemilihan presiden dan pemilu legislatif, dirinya mengharapkan kepada personil Polres Belu untuk tetap mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dan tidak percaya terhadap berita-berita hoax yang akan menggesekan atau memecah belah masyarakat Kabupaten Belu maupun Kabupaten Malaka. “Kita semua sama-sama berdoa dan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa agar situasi Kantibmas di Belu dan Malaka tetap kondusif dan semoga kita sebagai aparat kepolisian juga sama-sama menjaga masyarakat di wilayah Polres Belu dalam rangka tugas pengabdian dan bakti kita kepada kepolisian negara Republik Indonesia”, imbuhnya. (Ronny)


