Denpasar,Theeast.co.id, – Pangdam IX Udayana Bali Mayjen TNI Benny Susianto saat ditemui di upacara HUT TNI di Makodam IX Udayana, Jumat (5/10) mengatakan, seluruh persiapan dalam rangka Annual Meeting IMF dan World Bank sudah 99 persen. “Untuk persiapan menjelang IMF dan World Bank saat ini sudah 100 persen. Kalau kurang berarti 99,5 persen lah. Karena tinggal menunggu pelaksanaanya saja. Yang lainnya sudah siap semua,” ujarnya. Ia meminta doa restu dan partisipasi dari seluruh elemen untuk kesuksesan penyelenggaran event dunia ini.
Untuk Kodam IX Udayana, pihak sudah menerjunkan 5,050 personil yang akan menggelar pengamanan langsung, yang terdiri dari matra darat, laut dan udara. Semuanya dikendalikan oleh Mabes TNI. Ia juga sudah menyiapkan seluruh Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) yang dibutuhkan untuk pengamanan IMF dan World Bank dan semuanya berstandar internasional. “Alutsista yang kami miliki antara lain Satuan Detasemen Kavileri, Batalion Mekanik, Tank Anoa, kendaraan Panser Tempur, termasuk kekuatan dari Mabes TNI lainnya,” ujarnya. Ada juga kapal perang, pesawat tempur, dari tiga angkatan. Alutsista ini akan digunakan baik untuk pengamanan maupun untuk evakuasi bila terjadi insiden seperti bencana alam atau pun gangguan terorisme.
Beberapa Alutsista tersebut sudah dalam kondisi siap bila terjadi sesuatu dan lain hal dengan para delegasi. Bahkan, sehari sebelumnya, Wadanpuspomad Brigjen TNI Wahyu Sapto Nugroho mengecek kesiapan ratusan personel yang tergabung dalam Subsatgas Walakir “IMF-WB 20018” di landasan helipad Peninsula, Nusa Dua. Brigjen Wahyu Sapto Nugroho memeriksa satu persatu kelengkapan personel dan peralatan, termasuk kelaikan kendaraan roda empat dan sepeda motor yang akan digunakan untuk melakukan pengawalan RI-1, RI-2, para pejabat VVIP setingkat kepala negara dan rombongan delegasi “IMF-WB 2018”. Ratusan personel Subsatgas Walakir tersebut merupakan perwakilan dari sejumlah Kotama di Indonesia serta Pasukan Pengamanan Presiden (Paspamres). (Axelle Dhae)


