Atambua, Theeast.co.id, – Untuk meningkatkan simpati Wisatawan Mancanegara ke daerah perbatasan negara RI-RDTL di Kabupaten Belu, Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arief Yahya meminta agar dikembangkannya Wisata Perbatasan (border tourism). Hal ini disampaikan Menteri Arief saat dikonfirmasi wartawan media ini saat mengunjungi Pos Lintas Batas Negara Mota’ain, Kamis (04/10/2018).
Menteri Pariwisata mengatakan bahwa selain daerah Mota’ain sebagai Pos Lintas Batas Negara (PLBN), seharusnya dijadikan juga Mota’ain sebagai bisnis wisata di perbatasan negara RI-RDTL. Keberhasilan ini bisa dilihat contohnya pada negara Singapura yang telah mengadakan hal tersebut.
Dirinya sangat yakin bahwa Presiden Jokowi Widodo juga memiliki visi yang sama dalam mengembangkan daerah perbatasan yang menjadi ruang tamunya negara Republik Indonesia. Atas hal itu maka Menteri Pariwisata ini mengatakan harus adanya atraksi. Untuk atraksi perbatasan yang paling rutin bisa dikunjungi ketika menjadi destinasi wisata yang menarik sehingga memantik rasa simpati para Wisman. “Setelah dibangun, perlu mendatangkan wisman ke PLBN Motain dan beberapa lokasi wisata lain di perbatasan seperti yang ada di Batam sehingga hampir setiap weekend ibu – ibu akan datang berbelanja disini”, jelas Yahya.
Seharusnya di perbatasan Mota’ain dapat membuat pasar yang lebih lengkap dari negara tetangga Timor Leste dan harus menjadikan pasar itu hidup sehingga akan menjadi daya tarik tersendiri untuk tetangga negara Timor Leste. “Sekali pasar kita sangat lengkap maka orang Timor Leste akan belanjanya disini. Disini juga saya merasa bisa menjadi seperti perbatasan lain yang sudah maju dengan adanya atraksi wisata atau destinasi wisata. Tentunya pada saat akhir pekan keluarga di Belu dan tetangga di Timor Leste akan membawa anak dan keluarganya kesini”, imbuh Menteri Pariwisata.
Keyakinan tersebut mempunyai alasan dimana akses transportasi dan bangunan di Perbatasan Mota’ain sudah cukup memadai. Hanya saja diakui atraksinya yang belum terealisasi dengan baik. “Disini saya dengan mudah menyetujui kalau rekan-rekan kemenpar mengusulkan minimal ada 4 kali atraksi besar di Belu. Itu adalah cara paling mudah menarik ribuan wisman”, tutur Arief.
Secara umum, saat ini industri pariwisata Indonesia sedang meningkatkan border tourism. Maka apabila pasar itu ada di perbatasan negara RI-RDTL maka pasar tersebut juga tidak boleh mahal dan diharapkan agar para petugas perbatasan dapat mempermudah orang yang akan masuk ke negara Indonesia sehingga akan banyak pengunjung ke Indonesia. (Ronny)


