Buleleng,Theeast.co.id, – Pedagang yang ada di Pasar Banyuasri Buleleng akhirnya menyetujui desain revitalisasi Pasar Banyuasri yang dipresentasikan oleh pihak berwenang. Dalam design tersebut, Pasar Banyuasri akan dibangun tiga lantai dengan konsep semi modern. Nantinya, Pasar Banyuasri akan mampu menampung 1.700 pedagang termasuk pedagang di pasar tumpah yang selama ini memanfaatkan Terminal Banyuasri. Dalam pemaparan tersebut, dijelaskan juga revitalisasi pasar ini akan memerlukan biaya mencapai Rp 188 miliar. Secara keseluruhan, para pedagang yang hadir dalam presentasi tersebut, menyetujui rencana revitalisasi Pasar Banyuasri. Namun ada beberapa kekhawatiran pedagang yang selama ini mendengar isu-isu miring tentang revitalisasi pasar tersebut. Akan tetapi, kekhawatiran tersebut langsung dijawab oleh Pemkab Buleleng melalui acara tanya jawab di akhir pemaparan.
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana membenarkan bahwa memang banyak isu negatif yang ia terima. Bupati Suradnyana menegaskan, revitalisasi ini tidak akan merugikan pedagang Pasar Banyuasri. Ia juga menjelaskan, para pedagang yang sekarang akan tetap mendapatkan tempat sesuai tempatnya yang sekarang. Bupati yang akrab disapa PAS ini mengatakan, revitalisasi ini justru memberdayakan pedagang untuk kepentingan pergerakan ekonomi di Kabupaten Buleleng. “Sekarang kita adakan pertemuan dengan pedagang agar isu itu tidak membuat para pedagang takut dengan revitalisasi ini. Saya lihat mereka sudah mulai paham dan mengerti,” ungkapnya.
Bupati Suradnyana juga mengakui bahwa revitalisasi pasar Banyuasri ini sangat berat. Namun Ia sudah melakukan upaya maksimal untuk meloby ke Kabupaten Badung dan Pemerintah Provinsi Bali agar bisa membantu dana untuk pembangunan pasar ini sehingga pembangunan ini bisa selesai dua tahun. “Akhir tahun ini kita akan tahu berapa kita memperoleh bantuan dari Pemprov Bali dan Pemkab Badung, kalau dapat bantuan, revitalisasi ini akan selesai selama dua tahun, jika tidak maka selesainya akan memakan waktu tiga tahun dengan menggunakan APBD Kabupaten Buleleng,” tuturnya.
Bupati murah senyum ini menjelaskan, pihaknya sangat bersemangat untuk revitalisasi Pasar Banyuasri. Hal ini dikarenakan, dengan kondisi pasar yang rapi, pasar Banyuasri bisa menjadi tempat tujuan wisata di perkotaan. Ia mengaku terinspirasi dengan pasar yang ada di negara-negara maju yang memanfaatkan pasar sebagai tujuan wisata perkotaan.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Buleleng, Ketut Suparto menjelaskan, pembangunan tahap awal akan merevitalisasi Ruko yang ada di pinggiran pasar. Dengan demikian, pihaknya akan segera mencarikan tempat untuk merelokasi para pedagang yang rukonya akan dibongkar. Ia juga menegaskan, untuk posisi kios yang ada di tengah pasar tidak akan berubah. “Sebelumnya kita akan melakukan zonasi lebih dulu, dan jika zonanya sudah tersedia, posisi para pedagang tidak akan berubah. Kita harapkan, apa yang Pemkab Buleleng inginkan bisa sejalan dengan apa yang pedagang inginkan,” harapnya.
Revitalisasi ini akan dikerjakan bertahap mulai tahun 2019.
Setelah disetujui oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Pemkab Buleleng mengundang para pedagang Pasar Banyuasri untuk mempresentasikan Detail Engineering Design (DED) revitalisasi Pasar Banyuasri, Jumat (5/10). Presentasi yang diselenggarakan di Rumah Jabatan Bupati Buleleng ini dipimpin Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dan didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Ketut Suparto dan pihak Konsultan Perencana. (Nay)


