Thursday, March 19, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Pemprov Bali Terus Antisipasi Mafia Penjualan Wisatawan Asal Cina Di Bali

Denpasar,Theeast.co.id, – Pemerintah Provinsi Bali terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah mafia penjualan pariwisata Bali secara murah meriah yang melibatkan guide liar asal Cina dengan cara bekerja sama dengan orang lokal Bali. Perjuangan tersebut dilakukan baik oleh Gubernur Bali I Wayan Koster maupun oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Bukan hanya dua pemimpin Bali yang bergerak mencegah mafia asal Cina tersebut. Seluruh stakeholder pariwisata di Bali diminta oleh Pemprov Bali untuk ikut bergerak dengan caranya masing-masing mencegah mafia pariwisata Bali yang melibatkan guide asal Cina.

Gubernur Wayan Koster mengaku, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk menelisik keterlibatan mafia pariwisata Bali asal Cina tersebut. Koster mengaku sudah mendekati pihak Pemerintah Tiongkok untuk menyampaikan keluhan pariwisata Bali. Koster meminta Pemerintah Tiongkok turut andil mengawasi warganya yang menjadi pelaku wisata di Pulau Dewata. “Saya sudah menyampaikan hal itu saat bertemu Wakil Gubernur Provinsi Hainan Tiongkok Liu Pingzhi kemarin Jumat (19/10). Saat itu Liu Pingzhi beraudiensi. Saya sampaikan jika hal ini harus menjadi perhatian serius. Karena bila dibiarkan, maka yang rugi adalah Bali. Karena selama ini banyak wisatawan Cina yang mendominasi pasar pariwisata Bali,” ujarnya Sabtu (20/10).

Menurut Koster, pengawasan dari Pemerintah Tiongkok sangat penting untuk menjaga tetap sehatnya iklim persaingan usaha wisata di Bali. “Kalau ada pelaku usaha wisata asal Tiongkok yang menjual paket wisata ke Bali dengan harga rendah, kami harap pemerintah Tiongkok ikut melakukan pengawasan dan menerapkan kontrol ketat kepada warganya yang menjadi pelaku usaha wisata,” ujarnya. Koster juga mengingatkan agar usaha-usaha yang dijalankan mengikuti aturan-aturan yang diterapkan pemerintah terkait dengan praktek usaha wisata di Bali. Hal ini sejalan dengan komitmennya untuk melakukan penataan sektor pariwisata dan menjadikan Bali sebagai destinasi wisata yang berkelas. Koster menyampaikan apresiasi karena hingga saat ini kunjungan wisatawan Tiongkok selalu menempati posisi teratas. Ke depan ia mengharapkan kerjasama yang lebih konkrit antara Pemprov Bali dengan Pemerintah Tiongkok.

Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Bali Dewa Mahendra mengatakan, semua elemen pariwisata telah mengambil langkah mencegah mafia asal Cina tersebut. Ia menjelaskan, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Arta Ardhana Sukawati pun sudah melakukan sidak ke beberapa titik yakni toko-toko yang menjual produk asal Cina. “Memang benar, di beberapa toko di kawasan Benoa, semuanya menjual produk asal Cina. Tidak ada satu pun produk asal Bali atau Indonesia. Bahkan beberapa pekerja pun berasal dari Cina,” ujarnya. Menurutnya, dugaan penjualan pariwisata Bali yang melibatkan mafia itu bisa dibenarkan.

Dari informasi yang diperoleh, Bali dijual sangat rendah hingga hanya Rp 600 ribu perhari mulai dari hotel, paket wisata ke beberapa destinasi. Penerima di Bali hanya mengantarkan paket wisata ke Pura Uluwatu yang paling dekat sehingga tidak memakan biaya. Setelah itu para wisatawan diajak ke toko Cina yang hanya menjual barang-barang asal Cina dengan harga yang murah mulai kasur, latex dan sebagainya. “Kita sudah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi agar segera mengecek banyaknya warga Cina yang bekerja di Bali agar diambil tindakan tegas,” ujarnya.(Axelle Dhae)

Popular Articles