Atambua, Theeast.co.id, – Organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Belu melakukan aksi demo pada beberapa waktu lalu (05/11/2018) terkait persoalan air bersih yang menjadi janji politik pasangan paket SAHABAT sejak tiga tahun kepemimpinan tak kunjung diselesaikan. Dalam aksi ini para pendemo meminta agar Bupati Belu Willybrodus Lay mengundurkan diri dari jabatan politik jika tidak mampu menuntaskan persoalan air bersih yang ada di Kabupaten Belu.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Belu Willybrodus Lay saat ditemui awak media ini mengatakan bahwa persoalan air bersih saat ini sudah ditangani oleh Pemerintah Daerah Belu, hanya saja pada tahun ini debit air baku yang ada di kabupaten Belu sendiri mengalami penurunan yang sangat drastis dari tahun-tahun sebelumnya, Sabtu (10/11/2018). “Saat ini sumber air baku kita di Belu hampir kosong. Kalau begini kami pemerintah mau lakukan apa?”, katanya.
Dirinya juga menjelaskan bahwa pemerintah sendiri telah melakukan berbagai upaya dalam menangani persoalan air bersih di Kabupaten Belu dengan mengadakan mobil tangki air, melakukan pengeboran sumur bor di sejumlah titik di seluruh Kabupaten Belu dan mencari sumber air baku baru yang dapat melayani masyarakat seperti di Weautu. “Kita pemerintah sudah melakukan berbagai upaya tapi lihat saja sumber air baku yang ada debitnya semakin sedikit seperti di Wematan dan Lahurus”, imbuh Bupati Willy.
Pelonjakan harga tangki air pun saat ini menjadi kendala yang sedang dihadapi oleh masyarakat kabupaten Belu yang diorasikan juga dalam demo oleh GMNI cabang Belu. Menanggapi hal tersebut, Bupati berkomentar bahwa hal itu merupakan kendala hukum pasar dimana pembeli yang ingin memiliki air bersih terlebih dahulu di saat krisis air maka akan melakukan penawaran harga yang lebih tinggi dari harga normalnya. “Saat begini, siapa yang ingin punya air lebih dahulu maka akan menawarkan harga yang tinggi pada tangki air supaya bisa dapat air bersih. Ini hukum pasar yang sulit karena jika kita tanya kepada para pemilik tangki maka mereka akan katakan bahwa itu bentuk sukarela masyarakat”, jelas Lay.
Disamping itu berkaitan dengan aksi yang dilakukan oleh organisasi GMNI cabang Belu, Bupati Lay memberikan apresiasi karena sudah peduli terhadap kinerja pemerintah daerah. “Saya ucapkan terima kasih kepada adik-adik GMNI yang sudah peduli terhadap kinerja pemerintah. Tapi stok air tidak ada ini kita mau bagaimana? Kami pemerintah akan tetap berupaya sebisa mungkin selesaikan persoalan air bersih”, tutur Bupati Willybrodus. (Ronny)


