Wednesday, April 8, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Ini Penjelasan Terkait Molornya Gedung D RSUD Atambua

Atambua, Theeast.co.id – Pengerjaan Rumah Sakit Umum Daerah Mgr. Gabriel Manek Atambua hingga saat ini telah mencapai gedung D namun masih memiliki beberapa kendala yang mengakibatkan keterlambatan pembangunan gedung tersebut. Proyek pembangunan gedung D RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua merupakan lanjutan dari pekerjaan gedung A-C dimana pengerjaan mega proyek ini menggunakan angaran yang bersumber dari DAK dengan total nilai kontrak Rp.50. 572.018.000.00 yang dikerjakan PT Mega Tama Permai selaku kontraktor Pelaksana, PT Maza Pradita Sarana selaku konsultan pengawas dan PT Titimatra Tujutama selaku Konsultan Perencana.

Seharusnya sesuai dengan kontrak kerja, pembangunan gedung D sudah harus selesai pada tanggal 14 Desember 2018 kemarin. Namun, karena ada penambahan sejumlah item pekerjaan maka mengakibatkan penyelesaian pekerjaan gedung D molor. Hal ini dijelaskan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wili Ukat kepada awak media di Atambua, Selasa sore (18/12/2018). “Dalam pekerjaan kemarin, saya melihat ada banyak kendala dan kemungkinan pekerjaan tidak akan selesai sesuai kontrak. Yang jelas Bulan Desember ini Rumah Sakit belum bisa di-PHO. Kita usahakan pertengahan Januari sudah bisa di pra-PHO”, jelasnya.

Dijelaskan bahwa sesuai dengan mekanisme, pihaknya sudah memanggil Project Manager kontraktor pelaksana dan memberikan tambahan waktu 50 hari kerja sehingga ditargetkan akan selesai pada pertengahan Januari 2019. Kontraktor juga wajib menyatakan kesangggupan untuk membayar sanksi atau denda serta kontraktor harus memperpanjang jaminan pelaksanaan proyek. “Sesuai aturan, dengan penambahan waktu 50 hari, pihak kontraktor dikenakan denda. Denda akan mulai diberlakukan sejak 1 Januari 2019. Selain denda, pihak kontraktor juga harus menandatangani sejumlah surat pernyataan kesanggupan bahwa pekerjaan akan diselesaikan dalam waktu 50 hari. Dengan tambahan waktu tersebut,, pengerjaan gedung D RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua ditargetkan akan selesai pada pertengahan Januari 2019”, ungkap Ukat.

Disamping itu Project Manager kontraktor pelaksana, Sofron kepada wartawan mengatakan bahwa sesuai dengan kondisi di lapangan, pekerjaan gedung D bisa rampung pada pertengahan Januari 2019. Dirinya optimis karena saat ini progress pekerjaan sudah 90% dan tinggal melakukan finishing. “Sampai dengan tanggal 11 kemarin pekerjaan sudah 90%. Dimana bangunan D ada tiga item yakni bangunan D sendiri, bangunan penunjang dan site development”, imbuhnya.

Menurut Sofran jika tidak ada perubahan dalam proses pekerjaan maka semestinya pengerjaannya sudah selesai. Dikatakan ketika dalam proses pengerjaan ternyata terdapat penambahan sejumlah item sehingga mengakibatkan molornya penyelesaian. Untuk saat ini pengiriman material untuk proses finishing sudah lengkap,dan selanjutnya tinggal proses penyelesaiannya. “Sebetulnya kendala itu terjadi karena beberapa kali terjadi perubahan pekerjaan pada Bulan Oktober sehingga kami mengkindisikan ulang masalah material dan segala macam kebutuhan tapi pekerjaan tetap jalan terus” jelas Sofran. (Ronny)

Popular Articles