Atambua, Theeast.co.id – Jalan-jalan ditengah perkotaan Atambua sebagai wilayah perbatasan negara RI-RDTL belum semuanya mendapatkan penerangan. Masyarakat pun sering mengeluhkan hal ini dengan timbulnya rasa kurang aman. Melihat hal ini, Pemerintah Daerah kabupaten Belu telah berupaya menganggarkan dana untuk dapat merealisasikan lampu JPU didalam perkotaan Atambua. Dalam tahun 2018 sendiri Pemda setempat mengucurkan dana kurang lebih 2 Miliar Rupiah dalam merealisasikan proyek lampu JPU dan ditargetkan sebelum akhirnya Januari 2019 proyek tersebut sudah bisa dinikmati masyarakat.
Vincent K. Laka selaku Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Belu saat dikonfirmasi wartawan media ini pada (09/01/2019) menyampaikan bahwa tahun 2018 Pemerintah melalui Dinas PU telah dianggarkan 500 juta rupiah untuk pengadaan lampu LED dan pada perubahan Anggaran 2018 Dinas PU kembali mendapatkan penambahan anggaran untuk proyek pengadaan lampu JPU di perkotaan Atambua sebagai wilayah kota perbatasan sebesar 1,5 miliar rupiah. Terkait pengerjaan tersebut, Dinas PU melalui pihak pelaksana telah melaksanakan penambahan pemasangan 455 tiang PJU yang mencakup di 12 Kelurahan wilayah Kota Atambua sehingga masing-masing kelurahan sedikitnya terdapat 30 hingga 40 titik PJU.
Dijelaskan pengadaan lampu JPU ini diprioritaskan untuk penanganan di gang-gang dan jalan-jalan Kelurahan dalam kota Atambua yang masih masih gelap, selanjutnya pada jalan-jalan protokol yang sebelumnya sudah ada lampu jalan tetapi tidak dapat berfungsi lagi.
Pada awal tahun 2019 ini kita sudah melakukan pemasangan hampir semua tiang listrik berpasangan dengan lampu di gang-gang kondisinya sudah mencapai 90% namun ada juga yang belum bisa dinyalakan. Pada jalan protokol sendiri yang dimana telah dilakukan pengadaan baru terhadap ornamen dan lampu baru, kondisinya sekarang telah mencapai 100%.
Terkait dengan hal-hal tersebut, Plt Kepala Dinas PUPR Belu ini menjelaskan bahwa pemasangan lampu belum bisa diselesaikan karena terkendala dengan pengiriman barang-barang material dari Pulau Jawa yang terhambat akibat liburan Natal dan Tahun Baru. Selain itu terkendala juga dengan ketersediaan stok meteran listrik dari pihak PLN serta ada pula yang kemasukan air saat hujan beberapa waktu yang lalu. “Saat ini barang material semua sudah ready dan kita juga telah melakukan komunikasi dengan pihak pelaksana dan PLN untuk pemasangan diselesaikan sebelum akhir bulan ini”, Vincent K Laka. (Ronny)


