Denpasar,Theeast.co.id – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohammad Nasir menghadiri perayaan Hari Teknologi Nasional (Harteknas) di Lapangan Bajra Sandi Renon Denpasar, Kamis (21/2). Hadir dalam acara tersebut antara lain Gubernur Bali I Wayan Koster, anggota Forum Komunikasi Daerah Bali, para startup muda Bali serta stakeholder lainnya. Selain peringatan Harteknas, acara digelar juga pameran teknologi informasi dan simulasi lainnya.
Dalam arahannya Menristek Dikti mengatakan, Bali perlu mendorong potensi yang dimiliki di bidang pariwisata seni dan budaya dengan mengembangkan industri kreatif berbasis teknologi. Menurutnya Kemenristekdikti RI mulai tahun 2015 sampai saat ini telah membantu 1200 startup di Indonesia. Sebagai salah satu cara untuk mendorong inovasi, startup-startup ini didanai oleh kementerian dengan jumlah yang bervariasi. “Saya mendorong Bali bisa lakukan ini. Kami coba akan bekerjasama dengan Provinsi Bali untuk startup-startup yang ada di Bali,” kata Nasir. Ia meminta agar generasi muda Bali yang memiliki jejaringan yang kuat segera melakukan inovasi berbasis teknologi dengan menghasilkan uang.
Gubernur Bali Wayan Koster mendukung kehadiran startup lokal dan industri kreatif lainnya yang mendorong UMKM lokal lebih berdaya saing. Untuk mendukung upaya tersebut, Gubernur Koster mengatakan akan mengembangkan pelatihan inkubator bisnis untuk anak-anak muda yang akan mulai diprogramkan tahun 2020 bekerjasama dengan perguruan tinggi yang ada di Bali. “Yang kedua adalah memfasilitasi dari segi teknologi sarana prasarananya yang dimulai dengan wifi gratis di seluruh desa adat, puskesmas, destinasi wisata dan SMA/SMK se-Bali,” katanya.
Ia menambahkan, saat ini sedang memetakan potensi desa yang ada di Bali agar industri kreatif nantinya sesuai dengan kondisi desa tersebut. Ia berharap strategi ini akan menumbuhkan UMKM di Bali. Menurutnya saat ini saja dengan pelaksanaan Pergub 79/2018 tentang penggunaan busana adat Bali dan Pergub 97/2018 tentang pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai telah berpengaruh terhadap UMKM dan industri kreatif di Bali.(Axele Dae)


