Saturday, June 20, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Kenaikan Tiket Tidak Berdampak Pada Penerbangan Mancanegara Di Ngurah Rai

Denpasar,Theeast.co.id – General Manager PT Angkasa Pura Ngurah Rai Bali Yanus Suprayogi menegaskan, kenaikan harga tiker yang diberlakukan oleh beberapa maskapai di Indonesia sama sekali tidak berdampak pada penumpangan dari berbagai negara di dunia yang datang ke Bali. “Bali tetap menjadi destinasi terkenal di dunia. Semua orang di dunia semuanya mau ke Bali. Jadi kenaikan tiket tidak berdampak pada pertumbuhan penumpang internasional,” ujarnya di Denpasar, Minggu (24/2). Bahkan, sampai dengan periode Januari 2019, kenaikan penumpang mancanegara naik hingga 35 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya di periode yang sama.

Penurunan akibat kenaikan harga tiket juster terjadi pada penerbangan domestik. Penurunan mencapai 2,1 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Benar, ada penurunan penumpang domestik terkait adanya harga tiket yang melonjak naik. Artinya, lonjakan harga tiket  berdampak pada penurunan penumpang domestik. Kalau domestik itu 2,1 persen (Penurunan)dari kondisi rata-rata. Kalau internasional naik sampai 35 persen. Kalau pembatalan (pesawat) tidak ada. Cuma mungkin schedulenya, harusnya penumpangnya lebih banyak tapi agak turun,” ujarnya.

Menurut Yanus, sekalipun penurunan sangat kecil, tetap saja memiliki dampak bagi operasional di Bandara Ngurah Rai, juga bagi mitra bisnis dan sektor ekonomi umumnya di Bali. “Memang dampaknya tidak terlalu signifikan, tetapi tetap saja ada. Namun tidak sampai merugikan operasional bandara,” ujarnya. Penurunan wisatawan lokal ditutup dengan lonjakan penumpang mancanegara yang mencapai 35 persen. Lagi pula kerugian itu tidak bisa dihitung karena relatif kecil. Pihaknya juga mengaku memang ada kerugian tentang penurunan penumpang tersebut. Namun, belum bisa dihitung berapa kerugianya.

“Belum ada titik temu proses bisnis masing-masing airline untuk menyikapi kondisi saat ini.  Sudah ada berbagai cara mereka lakukan. Berdampakkah bagi bandara, sudah barang tentu. Namun, tidak bisa kita memberikan sikap secara spontan. Kita ikuti irama dulu sehingga ada titik temunya,” imbuhnya.

Tetapi menurut Yanus, tentang adanya kenaikan harga tiket tersebut, sudah ada kebijakan dengan adanya penurunan harga Avtur dan adanya pengendalian perekonomian yang tetap berjalan. “Suatu contoh, sekarang Avtur sudah turun oleh pemerintah. Semua berusaha sekarang untuk bagaimana pengendalian terkait dengan perekonomian tetap berjalan. Banyak contohnya, ada tol  Surabaya sampai Jakarta ditambahin lagi nanti ada kereta cepat. Semuanya akan disikapi oleh pemerintah bagaimana semua bisa berkembang. Ekonomi kerakyatan berkembang, terus kemudian barang-barang bisa lebih murah dengan adanya tol,” ujar Yanus.(Axelle Dae)

Popular Articles