Tuesday, January 27, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

IKABE Jogja Tampilkan Tarian Likurai Di Depok

Yogyakarta, Theeast.co.id – Ikatan Keluarga Besar Belu (IKABE) Mahasiswa Yogyakarta menampilkan tarian likurai yang khas dari Belu dalam kegiatan Dialog Budaya Nusantara Dan Pengukuhan Forum Pembauran Kebangsaan tingkat Kecamatan Depok yang dilaksanakan di Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Sabtu (09/03/2019).

Kegiatan ini diinisiasi oleh Aparat Kecamatan Depok dan diperuntukkan bagi seluruh mahasiswa se-Indonesia yang berkediaman di kecamatan Depok. Kegiatan ini diharapkan agar para mahasiswa dapat saling berbaur dan saling memahami satu sama lain sehingga mahasiswa yang ada di Kecamatan Depok benar-benar sadar akan tujuan utama yaitu perkuliahan. Kegiatan mahasiswa ini pun dikukuhkan dalam satu Forum Pembauran Kebangsaan untuk tingkat Kecamatan Depok, Yogyakarta.

Ketua Mahasiswa Ikatan Keluarga Besar Belu, Agustino Roi Ronaldo Arakat saat dihubungi awak media ini mengatakan bahwa kita Mahasiswa Belu diminta untuk menampilkan tarian daerah bersama dengan Alor dan Malaka dalam kegiatan Dialog Budaya Nusantara Dan Pengukuhan Forum Pembauran Kebangsaan tingkat Kecamatan Depok, Senin (11/03/2019). Akan tetapi, kabupaten Malaka tidak ikut menampilkan tarian budaya mereka. “Dalam acara itu kami yang tampilkan tarian budaya ada dua daerah yaitu Alor dan Belu. Kita tampilkan Likurai sebagai tarian budaya kita,” ungkap Mahasiswa Hubungan Internasional semester 8 di Universitas Respati Yogyakarta.

Dirinya juga menyampaikan bahwa sebagai generasi penerus dari Kabupaten Belu, mereka sangat bangga bisa dipercayakan oleh pihak Kecamatan Depok untuk menampilkan tarian daerah Belu dihadapan para peserta mahasiswa dari berbagai daerah yang ada di kecamatan Depok. “Saya bangga kita bisa tampilkan budaya kita disini. Tarian ini menunjukkan bahwa kami juga tidak ingin budaya kita menurun dan sebagai penerus, kami bangga dengan tarian Likurai. Ini identitas kita masyarakat Belu,” pungkas Roi.

Sementara itu Aloisia Lidia Bisu, salah satu peserta yang turut menampilkan tarian Likurai mengatakan bahwa sebagai warga Belu, dirinya sangat bangga bisa ikut serta menampilkan kekayaan budaya dari daerah Belu. “Saya tampil bersama 13 teman lainnya dan tentunya saya merasa sangat bangga bisa ikut dalam menampilkan kekayaan budaya kita,” imbuhnya.

Mahasiswi yang sedang berkuliah di Universitas Sarjanawiyata Taman Siswa, Yogyakarta ini menyatakan bahwa dirinya akan dengan senang hati ketika diminta lagi untuk tampil membawakan tarian likurai terlebih di kota besar seperti Yogyakarta. “Kami sebagai penerus di kabupaten Belu akan dengan senang hati menampilkan tarian Likurai ini agar masyarakat luar juga bisa tahu akan kekayaan budaya kita,” kata Lidia.

Untuk diketahui bahwa Tarian Likurai merupakan tarian tradisional sejenis tarian perang yang khas dari daerah kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tarian ini awalnya merupakan tarian yang sering ditampilkan untuk menyambut para pahlawan yang pulang dari medan perang. Konon pada zaman dahulu di daerah Belu terdapat tradisi memenggal kepala musuh. Sehingga ketika mereka pulang dari medan perang selalu membawa kepala musuh yang dikalahkannya sebagai simbol keperkasaannya.

Tarian ini biasanya dilakukan oleh beberapa penari pria dengan menggunakan pedang dan penari wanita dengan menggunakan Tihar atau kendang kecil sebagai atribut menarinya. Tarian Likurai ini merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di daerah Belu, Nusa Tenggara Timur, dan sering ditampilkan di berbagai acara seperti penyambutan tamu penting, upacara adat, pertunjukan seni dan festival budaya. Dalam perkembangannya Tarian Likurai masih dipertahankan oleh masyarakat Belu dan sering ditampilkan untuk upacara adat, penyambutan tamu penting, bahkan pertunjukan seni dan budaya.

Tarian ini dilakukan sebagai wujud penghormatan masyarakat dalam menyambut kedatangan tamu tersebut. Selain itu tarian ini juga menggambarkan ungkapan rasa syukur dan gembira masyarakat dalam menyambut tamu yang datang ke daerah kabupaten Belu. (Ronny)

Popular Articles