Tuesday, February 3, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Wabup Belu Buka Rakor Pemantauan Dan Pengamanan Pemilu 2019 Tingkat Kabupaten Belu

Atambua, Theeast.co.id – Wakil Bupati Belu Drs. J.T Ose Luan secara resmi membuka Rapat Koordinasi Pemantauan dan Pengamanan Pemilihan Umum Tahun 2019 tingkat Kabupaten Belu, Wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL di Gedung Wanita Betelalenok Atambua, Kelurahan Beirafu, Kecamatan Atambua Barat, Kamis (14/03/2019). Rapat ini dilakukan sebagai kewajiban dari Pemerintah Daerah untuk membina situasi Politik yang demokratis dan menjamin terpeliharanya ketentraman, ketertiban, keamanan dan kenyamanan dalam masyarakat yang ada di kabupaten Belu.

Rapat koordinasi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Belu melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik kabupaten Belu ini dihadiri Wakil Bupati Belu, Dandim 1605/Belu, Wadanyon Yonif Raider Khusus 744/SYB, Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 408/SBH, Ketua KPU Belu, Kepala Imigrasi Atambua, Kasat Intelkam Polres Belu, Perwakilan Bea Cukai Atambua, Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial, Kominda, Tim Pemantau Perkembangan Politik, FKDM, FKUB, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Belu.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Belu Ose Luan menyampaikan bahwa kegiatan Rapat Koordinasi Pemantauan dan Pengamanan Pemilihan Umum tahun 2019 tingkat Kabupaten Belu ini sangat penting dilaksanakan mengingat bulan April mendatang akan diadakan pesta demokrasi paling akbar sepanjang sejarah perpolitikan Indonesia dengan menggabungkan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta pemilihan Legislatif baik itu DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten secara serentak di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dijelaskan bahwa hal ini sebenarnya merupakan upaya dari Pemerintah untuk adanya penghematan dan sebagainya sehingga mengakibatkan kerawanan- kerawanan terhadap keamanan Bangsa. “Pemerintah menjadikan satu pada tanggal 17 April 2019 itu juga bukan berarti akan bebas dari hal-hal yang bisa mempengaruhi jalannya pelaksanaan demokrasi. Bisa saja memunculkan hal-hal yang kita tidak inginkan bersama seperti konflik,” tutur Wabup Luan.

Banyak cobaan dan kepentingan pada pesta demokrasi Bangsa terutama dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang gaungnya mendunia. Oleh karena itu, sebagai orang-orang yang memangku jabatan, mempunyai tanggung jawab tingkat Forkompinda Plus maupun lembaga-lembaga teknis Pemerintahan maupun lembaga-lembaga sosial Kemasyarakatan serta Partai-partai Politik harus menyimak hal-hal penting secara baik dan benar.

Sebagai bagian Daerah NKRI yang berada di wilayah Perbatasan Negara, semua komponen terkait pemantauan dan pengamanan harus bisa memastikan terlaksananya Pemilu secara baik, aman, tertib dan jujur. Seluruh masyarakat Indonesia terutama di kabupaten Belu juga harus bisa mengesampingkan politik yang berlebihan demi terjaganya ketertiban umum dan keamanan Bangsa Indonesia. “Semua elemen yang ada di wilayah Perbatasan kabupaten Belu ini harus sama-sama mengawasi kegiatan Pemilu agar dapat terlaksananya pesta demokrasi terbesar Bangsa Indonesia secara tertib dan baik adanya,” tutur Wabup Ose. (Ronny)

Popular Articles