Monday, January 26, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Dansatgas Pamtas 741/GN Menangis Saat Peresmian Rumah Pasutri Lansia Yang Dilupakan Kelima Anaknya

Atambua, Theeast.co.id – Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741 Garuda Nusantara Mayor Inf Hendra Saputra mengeluarkan isak tangis saat peresmian rumah pasangan suami-istri lanjut usia, Markus Riu Sako (120) dan Ibu Rofina Olin Mau (90) yang telah lama ditinggal dan dilupakan oleh kelima buah hati di dusun Niamuti, Desa Tniumanu, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, wilayah perbatasan Negara RI-RDTL, Kamis (21/03/2019).

Isak tangis Dansatgas Pamtas RI-RDTL Yonif Mekanis 741/GN ini terjadi disaat pasangan suami-istri ini memasuki rumah yang telah diresmikan dan dibaringkan di tempat tidur baru mereka. Saat itu Dansatgas hanya bisa berkata dirinya tidak bisa membayangkan kehidupan setiap hari pasutri ini dan apa yang dialami mereka, dialami juga orangtuanya.

Tangisan Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Mekanis 741 Hendra ini juga mengundang haru buat semua warga yang berada dalam rumah tersebut bahkan Pasutri Lansia tersebut turut menuturkan air matanya. Kejadian ini berlangsung selamaa beberapa menit hingga komandan meninggalkan kamar tidur baru milik bapak Markus dan ibu Rofina.

Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN Mayor Inf Hendra Saputra saat diwawancarai wartawan media ini usai acara peresmian rumah Bapak Markus Riu Sako dan Ibu Rofina Olin Mau menyatakan bahwa syukur atas tuntutan Tuhan Yang Maha Esa atas aksi Solidaritas bangun rumah oleh Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santa Maria Fatima Nurobo bersama Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Mekanis 741 Garuda Nusantara Pos Motamasin di Niamuti, Desa Tniumanu, Kecamatan Laenmanen, kabupaten Malaka telah diselesaikan dengan baik. “Kegiatan ini berhasil dengan baik ini adalah bentuk kerjasama dan soliditas kami bersama dengan Paroki Nurobo dari remaja dan pemuda-pemudi di sekitar desa Tniumanu,” ungkapnya.

Dirinya juga mempertanyakan bahwa di Zaman sekarang masih ada juga kejadian seperti yang dialami oleh pasutri lansia ini yang dimana para buah hati mereka sama sekali hilang kontak dan tidak pernah ingin memperhatikan orang tuanya.

Dansatgas Saputra mengungkapkan kalau dirinya pertama kali mendengar kejadian tersebut melalui media sosial dan langsung tersentuh hatinya untuk menggerakkan prajurit yang ada di Kipur bersangkutan (Motamasin) untuk segera turun ke lokasi serta melakukan koordinasi dengan pihak Gereja Nurobo yang telah bekerja terlebih dahulu. “Saya mendengar tentang hak ini dan saya pun saat itu jiga perintahkan Dankipur di Motamasin untuk segera ke lokasi untuk dikoordinasikan supaya kami juga dapat memberikan bantuan. Lalu kami pun segera menurunkan pasukan dan mengejar target untuk secepatnya diselesaikan rumah ini sehingga hari ini kita sudah bisa meresmikan secara bersama rumah untuk kedua orang tua ini,” pungkasnya.

Dirinya sangat berharap agar kerjasama antara Pemerintah Daerah, Paroki-Paroki, masyarakat dan Satgas Yonif Mekanis 741 dapat semakin terjalin dengan baik sehingga kedepannya kesejahteraan masyarakat lebih dapat diperhatikan secara bersama. “Mohon kerjasama yang baik dari semua elemen di Sektor Barat sehingga kehadiran kami selama bertugas di Perbatasan RI-RDTL ini bisa mengurangi beban masyarakat,” tandas Mayor Inf Hendra

Sementara itu Pastor Paroki Pater Gabriel Yosep Namaola Bahan, CMF sangat mengapresiasi kehadiran Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Mekanis 741/GN yang telah turut membantu kesulitan yang ada di masyarakat khususnya umat di Paroki Maria Fatima Nurobo.

Dirinya juga sangat berterimakasih kepada semua masyarakat dan Orang Muda Katolik serta semua orang yang telah dengan caranya masing-masing memberikan sumbangan untuk membantu membangun rumah pasutri lansia yang sangat membutuhkan uluran kasih. “Teruslah berbuat baik baik dan membantu masyarakat yang berkekurangan. Tuhan pasti selalu memberkati segala niat baik kita,” tuturnya.

Senada dengan ini, Camat Laenmanen Blasius Berek Bau juga memberikan apresiasi atas kepedulian yang telah dilakukan kepada masyarakat di wilayahnya. “Ini suatu tindakan kemanusiaan yang sangat luar biasa menggugah hati kita dan disponsori oleh Paroki bersama Satgas. Ini harus ditiru untuk menjadi contoh bagi kita semua,” katanya.

Camat Blasius juga meminta agar Pemerintah Desa dapat mengalokasikan Dana Desa untuk membantu membangun rumah-rumah tidak layak huni bagi masyarakat. “Kita akan kita lacak semuanya dan kita akan keliling untuk lihat semua rumah masyarakat. Kalau ditemui ada yang tidak layak seperti ini maka kita langsung mengalokasikan dana untuk membangun,” janjinya.

Sebagai Aparat Pemerintah Daerah setempat, Blasius Berek Bau menghimbau kepada seluruh masyarakat yang pergi merantau ke luar daerah untuk tidak lagi melupakan bahkan terkesan menelantarkan orang tua kandung sendiri apalagi putus kontak sama orang tua di tanah asal. (Ronny)

Popular Articles