Atambua, Theeast.co.id – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Belu meradang saat ditulis tentang sampah berserakan pasca kegiatan Color Run dan Konser Musik oleh KPU Belu tahun 2019. Hal ini terlihat dari ungkapan salah satu Komisioner yang menjabat sebagai Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) KPU kabupaten Belu, Herlince Emiliana Asa, Minggu (08/04/2019) malam.
Saat menelpon awak media ini, Komisioner Herlince mengkonfirmasi berita yang katanya kurang enak dibaca terkait pemberitaan media ini yang berjudul “Sampah Berserakan Pasca Konser yang Digelar KPU Belu” pada Minggu (7/4/2019) pagi.
“Saya mau konfirmasi sedikit dengan berita yang kurang enak ini saya baca. Begini… informasinya tadi jam berapa e?” tanya Herlince.
Menjawab pertanyaan tersebut, wartawan media ini menjelaskan bahwa dirinya memantau lokasi konser pada Minggu pagi sekitar pukul 06.20 hingga pukul 08.00 Wita. Saat itu, sampah-sampah plastik, kertas makanan, botol-botol minuman, bungkusan rokok, dan kardus makanan dan minuman berserakan, baik di Lapangan Umum Kota Atambua maupun area sekitar lokasi lapangan umum.
Tenda panggung yang dipakai untuk konser Damai Pemilu 2019 oleh KPU Belu sudah dibongkar. Sedangkan, tersisa beberapa tenda acara di sekitar Lapangan Umum Atambua hingga jalan raya depan Plaza Pelayanan Publik Atambua yang belum dibongkar oleh petugas.
Mendengar jawaban tersebut, Herlince kembali bertanya dengan nada meninggi, “Sudah cek kembali lokasi…Sudah bersih atau belum?”
Wartawan pun kembali menjawab bahwa dirinya sudah mengecek kembali lokasi dan melihat sudah tidak ada sampah yang berserakan. Namun, wartawan menjelaskan bahwa berita itu diturunkan sesuai dengan pantauannya pada Minggu pagi.
Herlince menjelaskan bahwa event organizer (EO) yang menyelenggarakan konser sebenarnya sudah berkoordinasi dengan bidang kebersihan pada Dinas lingkungan Hidup Kabupaten Belu sehari sebelum konser dilakukan. Dikatakan bahwa walau hari minggu, petugas kebersihan tetap bekerja dengan hitungan lembur. Karena itu, Herlince meminta untuk mengkonfirmasi terkait dengan sampah yang berserakan itu ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belu.
“Jadi nanti bisa tolong konfirmasi lagi ke bidang Kebersihan karena kami sudah langsung berkoordinasi dengan mereka untuk pembersihan di lokasi Seperti apa, sampai bersihkan jam berapa… itu tanggung jawab mereka,” tandasnya.
Herlince juga kembali meminta kepada wartawan bahwa bila menulis berita yang menurutnya “kurang enak”, harus mengkonfirmasi ke KPU sebelum berita tersebut diturunkan.
“Kalau berita kurang enak seperti ini tolong konfirmasi ke kami sebelum menulis berita,” ucapnya.
Herlince kembali bertanya kepada wartawan terkait apa nama medianya padahal dirinya sudah membaca berita yang ada pada media tersebut. Dirinya juga bertanya bahwa biasanya kalau menulis berita tentang KPU selalu mengkonfirmasi ke siapa.
“Pak wartawan majalah online mana? Biasanya kalau ambil berita ke KPU biasanya konfirmasi ke siapa?” tanya Herlince.
Wartawan Theeast lantas mengatakan bahwa anggota komisioner KPU Belu bukan atasan atau pimpinan Theeast sehingga tidak perlu bicara dengan nada meninggi, silahkan klarifikasi agar beritanya bisa ditulis.
Mendengar hal itu, Herlince mengatakan bahwa dirinya tidak marah, tapi hanya meminta agar berita yang kurang enak tersebut dikonfirmasi ke pihaknya sebelum ditulis.
“Kami KPU tidak ada Hari Libur. Kan seharusnya cari tahu,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan media ini, Sampah-sampah makanan berserakan di sekitaran wilayah Lapangan Umum kota Atambua pasca kegiatan Konser Musik dan KPU Color Run dalam rangka menyambut Pemilu 2019 yang digelar Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL, Minggu Pagi (07/04/2019).
Berdasarkan pantauan awak media ini, sampah-sampah plastik, kertas makanan, botol-botol minuman, bungkusan rokok dan kardus makanan-minuman begitu berserakan baik di dalam Lapangan Umum Kota Atambua maupun di luar Lapangan Umum Kota Atambua.
Tenda panggung yang dipakai untuk konser Damai Pemilu 2019 oleh KPU Belu sudah dibongkar sedangkan yang tersisa hanya tenda acara di sekitaran Lapangan Umum kota Atambua hingga jalan raya Depan Plaza Pelayanan Publik Atambua yang belum dibongkar oleh petugas.
Sampah yang berserakkan ini sangat bertolak belakang dengan gerakan bersih sampah yang digalakkan oleh Gubernur NTT, Viktor Laiskodat.
Gubernur bahkan mengancam menutup hotel berbintang dan juga Lippo Plaza Kupang ketika kedapatan tidak peduli akan kebersihan lingkungan dari sampah.
Seperti diketahui, pada Sabtu sore hingga malamnya (06/04/2019) terdapat Acara Color Run dan Konser Musik 2019 yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Belu. Sekitar pukul 16:00 kemarin, rangkaian kegiatan dilakukan dengan dimulai dari acara Color Run KPU 2019 mengelilingi sekitaran Lapangan Umum Kota Atambua hingga Konser Musik yang diisi oleh bintang tamu Mario Kalau. (Ronny)


