Friday, January 23, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Bale Banjar Di Bali Boleh Dibangun TPS

Denpasar, Theeast.co.id – Ketua Majelis Umum Desa Pakraman (MUDP) Jero Gede Suwena Putus Uphadesa membolehkan TPS dan sejenis dibangun di bale banjar di seluruh Bali. Hal ini sesuai dengan kesepakatan bersama bahwa sekalipun bale banjar itu milik desa adat namun bisa digunakan untuk kepentingan bangsa dan negara. Ia mengetahui jika pembangunan TPS itu memiliki anggaran yang tidak sedikit. Untuk itu, bisa dianggap perlu dan strategis, sebaiknya bale banjar yang tersebar di 1493 desa adat di Bali bisa digunakan untuk TPS. “Bale banjar itu memang milik desa adat. Namun apa yang kita yakini adalah bahwa Pemilu merupakan pesta demokrasi yang menentukan nasib bangsa ini selama 5 tahun. Ini juga merupakan implementasi dari dharma negara, dan dharma agama. Jadi kita membiarkan agar bale banjar bisa dijadikan TPS,” ujarnya.

Menurutnya, bila TPS dibangun di bale banjar maka KPPS atau KPU akan lebih efektif dalam bekerja. Informasi kepada masyarakat tentang TPS mana yang dituju juga akan lebih mudah. Dari sisi keamanan dan kenyamanan juga akan lebih gampang dan terjamin. Sebab, fasilitas di bale banjar biasanya sudah lengkap seperti tempat duduk, kuris, meja, ruang tunggu lebih nyaman dan seterusnya. Ini adalah bukti instrumen adat di Bali yang ingin ikut berpartisipasi menyukseskan Pemilu di Indonesia.

Menurut Suwena, bukan hanya bale banjar yang bisa dipakai untuk TPS. Para pecalang di Bali seluruh dikerahkan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan di banjarnya masing-masing saat hari pencoblosan. “Seluruh pecalang di Bali berkewajiban untuk mengamankan TPS yang ada di banjarnya, dan mengamankan banjarnya di hari pencoblosan agar semuanya berjalan dengan aman, lancar dan tertib. Jangan sampai ada hal-hal yang mencurigakan dan terjadi wilayah desa adatnya masing- masing, termasuk hal-hal yang berbau kecurangan, intimidasi dan sebagainya,” ujarnya. Suwena menjelaskan, pasti banyak pertanyaan kenapa pecalang dilibatkan dalam Pemilu. Pecalang itu bertanggungjawab penuh atas seluruh keamanan di wilayah desa adatnya. Dan ini dilakukan tanpa pamrih dengan totalitas yang tinggi, adatnya. Dan ini dilakukan tanpa pamrih dengan totalitas yang tinggi. (Axelle Dae)

Popular Articles