Denpasar, Theeast.co.id – Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose mengumpulkan para bendesa adat dari 1493 desa adat di Bali dan para anggota Bhabinkamtibmas yang bertugas di seluruh desa dinas di Bali. Para bendesa adat dan Bhabinkamtibmas dikumpulkan untuk mendengarkan arahan langsung dari Kapolda Bali tentang pengamanan Pemilu di seluruh Bali. Pengarahakan dilakukan di Aula Lembah Pujian Denpasar, Selasa (9/4). Kegiatan ini juga dihadiri Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha, Pejabat Utama Polda Bali dan Kapolres se-Bali.
Menurut Kapolda Bali, bendesa adat di Bali memiliki peran penting dalam mengamankan wilayahnya di Bali. Sebab bendesa adat bersama para jajarannya yang paling tahu persis situasi di desanya, situasi keamanan dan kerawanan. Kapolda meminta agar para bendesa bersama kelian dapat bersinergi dengan aparat kepolisian setempat terutama anggota yang bertugas di desa, Bhabikamtibnas yang ada di desa masing- masing. “Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh Bhabinkamtibmas jajaran Polda Bali dan Bendesa Adat yang telah bersinergi melaksanakan tugas membantu dan mendukung program kerja Polda Bali, sehingga situasi Kamtibmas tetap terjaga,” ujarnya.
Kapolda juga meminta agar para bendesa adat di Bali lebih proaktif mengawasi warganya, jangan sampai ada yang tidak ikut memilih. Bendesa yang paling tahu tentang situasi warganya, apakah sudah terdaftar, apakah sudah mendapatkan panggilan dari KPPS, dimana saja TPS ditempatkan di wilayahnya dan seterusnya. Kapolda menekankan perlunya koordinasi dan sinergisitas antara bendesa adat dengan Bhabikamtibnas yang ada di setiap desa. “Saya amat sangat menghormati Desa Pakraman dan Desa Adat, dimana pada hari ini bersama-bersama Babinkamtibmas seluruh Bali. Kami undang untuk menyosialisasikan dan mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya,” kata Kapolda Bali.
Jenderal bintang dua di pundak ini menjelaskan, pihaknya akan tetap mengutamakan pencegahan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam pelaksanaan Pemilu nanti. Menurutnya, peran Desa Adat sangat besar untuk menggugah dan mengimbau masyarakatnya agar mau datang ke TPS. Untuk pengamanan TPS di masing-masing wilayah di Bali, Kapolda akan melaksanakan pengamanan dengan all out dan menurunkan anggota kepolisian dengan kekuatan penuh dibantu Linmas dan stakeholder lainnya.
“Personel yang kita kerahkan sekitar 13.000 personel. Tidak hanya pengamanan TPS, namun secara keseluruhan juga dikawal. Untuk itu saya meminta kepada masyarakat untuk tidak Golput,” ujarnya.
Untuk menggugah masyarakat agar tidak Golput, Polda Bali juga sudah melakukan sosialiasi melalui pembagian liflet dan baliho agar masyarakat mau datang ke TPS. Namun, hak untuk memilih, sepenuhnya diserahkan kembali ke masing-masing individu masyarakat.
“Yang jelas kami akan terus melakukan imbauan kepada masyarakat untuk menggunakan haknya dan ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi,” imbuh jenderal lulusan Akpol tahun 1988 ini. (Axelle Dae)


