Wednesday, January 28, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

KPUD Belu Lakukan Pengepakan Logistik TPS Pemilu 2019

Atambua, Theeaat.co.id – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Belu, wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL telah melakukan pengepakan logistik Tempat Pemungutan Suara Pemilihan Umum tahun 2019 kedalam Kotak Suara, sejak Selasa (09/04/2019) di gudang Logistik KPUD Belu, Tulamalae, kecamatan Atambua Barat.

Komisioner KPU Belu yang menangani Divisi Logistik, Joni Arianto Neolaka dalam sempat wawancara dengan wartawan media ini mengatakan bahwa KPU kabupaten Belu talah mulai melakukan Pengepakan Logistik ke dalam kotak suara sejak kemarin tanggal 9 April 2019. Kegiatan ini pun akan terus dilakukan oleh petugas KPU Belu hingga beberapa hari kedepan.

Disampaikan bahwa saat ini, Pengepakan Logistik tersebut dimulai dari Kecamatan-Kecamatan yang jauh dari wilayah perkotaan dengan sulitnya akses transportasi yaitu Kecamatan Nanaet Duabesi, Raimanuk, Lamaknen Selatan, Lamaknen dan Raihat. ” Yang menjadi fokus pengepakan kita untuk Kecamatan – Kecamatan yang terjauh. Ini yang kita prioritaskan di hari-hari pertama pengepakan. Sesudah itu baru kita lakukan Kecamatan dekat perkotaan,” ucapnya Arianto.

Diungkapkan bahwa pengepakan tersebut dilakukan mulai dari Kecamatan-Kecamatan terjauh sembari menunggu surat suara yang masih dilakukan percetakan ulang.

Saat ini, pengepakan logistik yang telah diselesaikan oleh KPU Belu itu ada pada Kecamatan Raimanuk dan Kecamatan Nanaet Duabesi. Pada Kecamatan Raimanuk dibuat Pengepakan untuk 55 TPS dalam 9 Desa. Sementara Nanaet Duabesi dibuat Pengepakan untuk 18 TPS dalam 4 Desa.

Joni Arianto juga menjelaskan bahwa target penyelesaian pengepakan akan dilaksanakan hingga maksimal tanggal 15 April mendatang. Hal ini dikarenakan sesuai dengan regulasi yang berlaku menyatakan bahwa logistik untuk Pemilihan Umum sudah harus tiba di TPS pada satu hari sebelum hari Pemungutan suara di Seluruh kabupaten Belu.

Komisioner Joni Arianto juga mengumbar bahwa sejauh ini proses pengepakan masih berjalan lancar. Hanya saja terdapat satu kendala yaitu soal surat suara cacat yang belum dikirim ulang karena masih butuh waktu untuk dilakukan penyortiran ulang lagi untuk memisahkan mana yang layak pakai dan mana yang tidak layak pakai lalu baru dilakukan pelipatan Surat Suara serta pengepakan. “Kami optimis semuanya akan berjalan sesuai yang diharapkan,” pungkasnya. (Ronny)

Popular Articles