DENPASAR – The Error Project Band (TEP) akan menggegelar konser dalam rangka perayaan hari jadinya yang ke-3 pada hari Minggu, 11 Maret 2018, bertempat di Abang Adek, Denpasar.
Dalam konser tersebut, selain penampilan spesial dari The Error Project Band dan Dejapu Bali Band, juga akan menyuguhkan penampilan dari band bintang tamu yaitu Matanai serta diramaikan oleh penampilan dari L.T.O.R, E.M.A, IghorRad, Sobag D’Bungsil feat. Rama, dan Kertas Pena.
Ariex, sang vokalis sekaligus gitaris TEP menjelaskan, dari sejak terbentuk pada tahun 2015 silam, TEP sudah sering manggung di acara-acara besar di Bali misalnya di acara AMPI charity for children, Gilas Bali, J-Live Festival, AMPI MedFest, Bali Automotive Fiesta, serta di acara Nusa Dua Light Festival.
Lebih lanjut Arie menjelaskan, formasi awal TEP sendiri terdiri dari Gus Yana pada Gitar dan Vokal, Arie Kcx pada Bass dan Iwak Qyong pada drum. Pada tahun 2016 mereka berniat untuk membuat karya sendiri dan bersamaan juga masuk gitaris barunya yaitu Krisna yang sekaligus menjadi momentum untuk beralih aliran dari Punk Rock ke Alternative Rock dan reformasi posisi.
“Ada perombakan besar saat TEP menjadi formasi 4 orang pemain. Gus Yana yang dulunya pada Gitar dan Vokal didaulat menjadi pemain Bass, dan Arie Kcx yang dulunya pemain Bass menjadi pemain Gitar dan didaulat menjadi Vokalis, dan formasi ini bertahan sampai sekarang. Dan dengan masuknya Krisna, ada perubahan dari genre musik kita yang dulunya lebih condong ke punk rock dan rockabilly menjadi Rock Alternatif,” jelasnya.
Untuk tema lagu, TEP lebih banyak mengangkat isu-isu sosial di masyarkat. Lagu-lagu TEP lebih banyak berbahasa indonesia, ada beberapa lagu berbahasa inggris.
“Lagu yang berjudul Dunia Dalam Harapan itu kami dedikasikan untuk ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS-red) dan melalui lagu itu kami berpesan untuk selalu menghidari hal-hal yang dapat menyebarkan penyakit HIV/AIDS tersebut. Serta kami selalu menyuarakan “Save ODHA” karena mereka bukan untuk dikucilkan. Selain lagu-lagu dengan tema sosial, ada juga lagu bertemakan cinta yaitu pada lagu “Lukisan Jiwa” yang akan segera kami rilis,” terangnya.
Untuk album perdana TEP, Ariex mengatakan, saat ini masih dalam proses, dan rencananya akan rilis tahun ini, dan dalam waktu dekat TEP akan segera launching video klip dari lagu Lukisan Jiwa.
Kedepannya, ia berharap semoga karya-karyanya dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan berharap dapat mengembangkan sayap sampai ke belantika musik nasional.
“Mudah-mudahan proses pembuatan album perdana kami lancar dan bisa rilis tahun ini dan semoga karya kami ini nantinya dapat menghibur masyarakat sehingga dapat diterima dengan baik di hati masyarakat Indonesia, khususnya di Bali,” tutupnya.


