Friday, January 23, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Banyak Melayani Wisatawan Asing, RSBM Diatensi Kemenkes

Denpasar, Theeast.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memberikan atensi yang besar kepada Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) milik Pemprov Bali. Untuk memberikan atensi tersebut, Kemenkes melakukan kunjunganke RSBM, Selasa (23/4). Rombongan bukan saja dari Kemenkes, tetapi juga hadir sekitar 55 wartawan dari berbagai media, mulai TV, cetak, online baik lokal, nasional maupun internasional. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI drg Widyawati mengatakan, kunjungan ke RSBM adalah permintaan langsung Menteri Kesehatan Lila Moeloek. “Kenapa harus ke RSBM, karena menurut ibu Menkes, RSBM juga melayani banyak warga asing. Banyak bule yang berobat ke RSBM selain RSUP Sanglah,” ujarnya. Selama di RSBM, puluhan wartawan dipandu langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Bali Ketut Suarjaya, Dirut RSBM Bagus Darmayasa dan beberapa staf lainnya. Rombongan wartawan diajak keliling meninjau seluruh fasilitas RSBM yang sudah canggih.

Direktur Utama RSBM Bagus Darmayasa mengatakan, RSBM adalah RS milik Pemprov. Namun sekalipun milik daerah, RSBM ini dikemas dengan sistem, manajemen, dan fasilitas bertaraf internasional. “Kami tidak memungut biaya yang terlalu mahal terhadap wisatwan. Sebab mereka juga tidak semua orang kaya. Namun sudah pasti ada perbedaan harga yang proporsional antara pasien lokal dan pasien mancanegara. Misalnya kalau orang lokal bayarnya Rp 90 ribu, wisatawan bayarnya sekitar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu. Itulah sebabnya, banyak wisatawan banyak yang berobat ke RSBM,” ujarnya.

Tahun 2018 misalnya, jumlah wisatwan yang berobat ke RSBM sebanyak 2335 orang. Mereka adalah pasien baik yang opname maupun hanya rawat jalan. Sementara tahun 2019 sampai dengan April 2019 sudah mencapai 964 orang. Darmayasa mengaku memiliki trik tersendiri untuk menggaet wisatawan asing. Manajemen yang ada wajib berbahasa Inggris. Standar pelayanana juga dibuat berbeda dengan RS lain pada umumnya.

Satu hal yang dilakukan adalah marketing yang tidak lazim namun sangat manjur. Manajemen memanfaatkan para sopir taksi yang kebetulan mengantar pasien ke RSBM. Mereka diservis secara khusus. Mereka disapa, diterima, dengan ramah tamah. Bahkan untuk taksi konvensional maupun online, saat mengantar tamu diberikan minuman sambil menjelaskan kepada sopir soal RSBM. “Kita tahu kalau mereka ini adalah garda terdepan pariwisata Bali. Mereka bisa mengabarkan ke tamunya, dari mulut ke mulut, dan akhirnya tersiar soal pelayanan RSBM,” ujarnya. Tidak jarang para pasien asing berobat ke RSBM karena informasi dari sopir taksi. Diharapkan, dengan kedatangan puluhan wartawan baik nasional, internasional, RSBM semakin dikenal luas di kalangan dunia. (Axelle Dae)

Popular Articles