Friday, March 13, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Bupati Willy Umumkan Kabupaten Belu Sudah Terserang Virus ASF

ATAMBUA, Theeast.co.id – Bupati Belu Willybrodus Lay mengumumkan secara resmi bahwa Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL sudah terserang virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika sejak dua bulan yang lalu.

Hal ini diungkapkan Bupati Willybrodus Lay saat dikonfirmasi awak media ini di Atambua, Sabtu (29/02/2020).

“Saya ingin menyampaikan bahwa virus ASF ini sudah ada di Kabupaten Belu dan belum ada vaksin-nya,” pungkasnya.

Karena itu, Bupati Willy meminta agar babi yang sudah terdapat gejala terserang virus ASF tidak boleh lagi dipotong untuk dimakan oleh kita manusia maupun hewan lain.

Walaupun sampai saat ini belum diketemukan, Virus ASF juga tidak tertutup kemungkinan untuk terjangkit kepada manusia.

“Kalau sudah dijangkiti virus ASF, masyarakat tidak boleh lagi sebarkan virus itu termasuk raka dagingnya. Dengan kita raka berarti kita membagi bencana yang ada,” tandasnya.

Bupati Belu Willybrodus Lay meminta kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Belu untuk mengubur saja babi-babi yang sudah terserang virus ASF.

“Saya minta supaya kita masyarakat Kabupaten Belu untuk tidak lagi menyebarkan ke daerah yang belum terserang virus ASF,” imbuhnya.

Untuk diketahui bahwa virus ASF sudah muncul di Negara Republik Demokratik Timor Leste sejak 2019 yang lalu dan Kabupaten Belu sendiri terjangkit sejak awal tahun 2020.

Virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika adalah penyakit menular pada babi yang disebabkan oleh virus african swine fever. Virus ini dapat menginfeksi anggota famili Suidae, baik babi yang diternakkan maupun babi liar.

Penyakit ASF dapat menyebar dengan cepat dengan tingkat kematian yang tinggi sehingga dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang besar.

Demam babi afrika tidak dapat dibedakan dengan demam babi klasik hanya dengan pemeriksaan klinis atau pascamati.

Pengujian laboratorium diperlukan untuk mendiagnosis penyakit ini. Sampel darah, serum, limpa, amandel, dan kelenjar getah bening gastrohepatik dari kasus yang dicurigai harus diserahkan ke laboratorium untuk konfirmasi.

Sampai saat ini belum ada vaksin yang mampu mencegah dan obat yang mampu menyembuhkan demam babi afrika.

Oleh karena itu, cara pencegahan yang bisa dilakukan adalah mencegah lalu lintas media pembawa virus ASF dan menerapkan biosekuriti yang baik di negara atau daerah yang belum terinfeksi.

Tindakan yang bisa diambil seperti memastikan limbah makanan dari pesawat, kapal laut, dan kendaraan yang berasal dari negara terinfeksi ASF dikelola dengan baik dan tidak dikonsumsi oleh babi, serta mencegah pemasukan ilegal babi hidup dan produk babi dari negara negara terinfeksi ASF. (Ronny).

Popular Articles