DENPASAR, Theeast.co.id – Sebelum dua warga Depok Jawa Barat positif Corona, Bali ternyata sudah melakukan pemantauan secara ketat terhadap puluhan pegawai hotel yang berkontak langsung dengan Turis yang akhirnya diketahui positif Corona setelah pulang ke negaranya. Hal ini disampaikan Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indera saat dikonfirmasi di Denpasar, Senin (2/3).
Sekda Bali memberikan penjelasan terkait dengan pertanyaan sejumlah awak media soal terdeteksinya dua orang asal Depok yang akhirnya positif Corona setelah bersentuhan dengan orang Jepang baru-baru ini. Menurut Sekda, Bali juga saat ini sedang siaga dan memperkuat kolaborasi dengan seluruh stakeholder terkait mulai dari provinsi hingga kabupaten dan kota di Bali. “Bersama Dinas Kesehatan dan seluruh rumah sakit di Bali kami minta untuk terus perkuat kolaborasi, terus melakukan surveilance kepada seluruh masyarakat, terus sosialisasi pola hidup sehat. Semuanya untuk cegah Corona yang lagi mewabah saat ini,” ujarnya.
Menurut Sekda, Dinas Kesehatan Bali bersama seluruh tim saat ini sedang memantau puluhan pegawai hotel yang diketahui bersentuhan langsung dengan salah seorang turis positif Corona setelah kembali dari Bali. “Saat ini seluruh pegawai hotel dalam pantauan petugas. Sampel darahnya dicek. Suhu tubuhnya dicek. Dan sampai saat ini belum sama sekali menunjukkan gejala Corona dengan seluruh gejala medisnya. Semuanya masih aman terkendali. Tidak ada satu pun yang menunjukan gejala Corona. Kami masih yakin Bali ini aman dan negatif,” ujarnya. Seluruh prosedur dijalankan dengan tepat. Tidak ada satupun yang dilanggar. Bali masih aman.
Meski demikian, Sekda tidak menyebutkan hotel mana yang pernah dihuni oleh turis tersebut. Hal ini dilakukan agar tidak ada dampak yang terjadi dan jangan sampai hotel tersebut sepi dari pengunjung. “Soal berapa jumlah pegawai hotel yang diperiksa rutin kami tidak bisa menyebutnya disini. Yang jelas puluhan pegawai hotel itu dalam pengawasan ketat. Soal hotel mana kami juga tidak perlu menyebutnya. Karena dampaknya sangat besar. Ini demi iklim pariwisata Bali. Yang jelas pihak hotel juga tidak tahu kalau tamu itu positif,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Bali Ketut Suarjaya membenarkan bahwa puluhan pegawai hotel dalam pantauan. Sebelum melakukan pemantauan pihaknya melalui tim lengkap melakukan proses secara detail menyangkuta siapa saja pegawai hotel yang pernah berkomunikasi, bersentuhan, dengan turis yang bersangkutan, kemana saja, dengan siapa saja, dan tinggal di kamar yang mana. “Semuanya sudah dilakukan penanganan. Termasuk melakukan semprotan cairan desinfektan bukan hanya di kamar yang dihuni tetapi semua kamar bersebelahan di sisi kiri dan kanan,” ujarnya.
Pemantauan dilakukan hingga tanggal 4 Maret 2020. Perhitungannya adalah masa inkubasi Corona. Dan bila sampai dengan tanggal 4 Maret tidak ada tanda tanda sakit dan sebagainya maka Bali diyakini aman dari virus Corona.*axelle dae).


