ATAMBUA, Theeast.co.id – Hingga hari ini, Rabu (04/03/2020) kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL telah melonjak menjadi 209 kasus sejak bulan Januari 2020.
Sebelumnya diberitakan media ini pada 27 Februari 2020, kasus DBD di Kabupaten Belu per januari terus meningkat dan mencapai 136 kasus.
Namun hingga telah mencapai 200-an kasus ini, kasus Demam Berdarah Dengue belum juga dinyatakan status Kejadian Luar Biasa (KLB).
“Saat ini ada 209 kasus yang di observasi Demam dan sudah 2 orang yang meninggal,” demikian kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu dr. Joice M. M. Manek, M.P.H saat ditemui awak media di Gedung DPRD Belu, Rabu siang (04/03/2020).
Diungkapkan bahwa untuk mencegah DBD, saat ini tim dan semua alat fogging yang ada pada Dinas Kesehatan Kabupaten Belu terus bergerak pada waktu pagi dan sore hari.
Sementara itu Wakil Bupati Belu J.T Ose Luan saat ditemui awak media ini mengatakan bahwa DBD sudah Endemis Tinggi yang berarti penyakit ini sudah dalam posisi mengkhawatirkan, Rabu (04/03/2020).
Dijelaskan Kondisi iklim yang ada saat ini apalagi dengan curah hujan yang begitu sedikit akan menimbulkan penyakit DBD.
“Iklim saat ini agak lain. Kita menghindari penyakit diare muncul DBD. Kita menghindari DBD pasti muncul diare. Jadi kita Timor hujan banyak sampai banjir dimana-mana itu merugikan, tidak hujan juga lebih merugikan,” pinta Wabup Belu.
Karena itu, Ose Luan menuturkan untuk semua masyarakat untuk mewaspadai penyakit DBD dengan melakukan program 3M plus yaitu Menguras, Menutup dan Mengubur ditambah gunakan obat nyamuk, lotion anti nyamuk dan kelambu.
“Harus hidup bersih, jangan membuang kotoran di sembarangan tempat. Jangan biarkan nyamuk membuat sarangnya dan jalankan program 3M plus,” imbuhnya. (Ronny).


