DENPASAR, Theeast.co.id – Pemerintah Provinsi Bali akhirnya membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Korona. Satgas tersebut dibentuk dengan SK Gubernur Bali Nomor 236/03-B/HK/2020 tentanga Pembentukan dan Susunan Keanggotaan Satgas Penanggulangan Korona. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menjelaskan, Ketua Satgas dikomandoi langsung oleh Sekda Bali Dewa Made Indera. “Kita membentuk Satgas Penanggulangan Korona karena masalahnya sudah semakin serius di Bali. Saat ini kita sedang bekerja keras untuk mengatasi virus Korona, jangan sampai kejadian meluas tanpa kendali. Kita berbagi tugas untuk bekerja mengatasinya,” ujarnya di Denpasar, Kamis (12/3).
Dalam Satgas tersebut dibagi menjadi beberapa bagian dengan tugas yang harus dilakukan. Pertama, Satgas Bidang Kesehatan dengan tugas utama melakukan laporan, menangani, koordinasi rumah sakit rujukan dan sebagainya. Kedua, Satgas Area Transportasi Publik. Area ini dalam konteks Bali sangat penting karena Bali adalah daerah pariwisata. Ada banyak juga transportasi pariwisata dengan para pengguna adalah wisatawan. Ketiga, Satgas Area Institusi Pendidikan. Tugas utama memberikan edukasi, menjaga kesehatan, etika bersin dan batuk, cuci tangan dan sebagainya. Ini harus dilaksanakan secara massal, masif, serentak dan dimana-mana. Keempat, Satgas bidang Komunikasi Publik. Tugas utamanya memberikan pencerahan, memberikan informasi, data yang valid tengang bagaimana upaya pemerintah menangani Korona dan memberikan rasa aman bagi para pengunjung yang datang ke Bali. Kelima, Satgas Pintu masuk Indonesia. Area itu ada di bandara, pelabuhan, dan pintu masuk lainnya. Tugasnya menyangkut dengan pemeriksaan kesehatan, dokumen, dan sebagainya.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Wayan Widya mengatakan, hingga Kamis siang (12/3), total yang dirawat di seluruh rumah sakit di Bali adalah 50 orang. Baru 38 orang yang sudah mendapatkan hasil Lab dan hasilnya negatif. Sementara yang 11 orang lainnya masih dalam proses pemeriksaan di Lab Litbangkes dan satunya sudah dinyatakan meninggal. Sementara hasil penelusuran dengan pasien meninggal di Bali mencapai 21 orang sudah mendapatkan pengawasan khusus.(axelle dae).


