Sunday, February 15, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

13 Alat Rapid Test Telah Digunakan Pihak RSUD Atambua

ATAMBUA, Theeast.co.id – Setelah mengajukan permintaan kepada Pemerintah Provinsi NTT, gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Belu telah mendapatkan bantuan 40 buah rapid test.

Dari 40 buah rapid test tersebut, pihak RSUD Atambua sudah menggunakan sebanyak 13 buah rapid test kepada masyarakat di Kabupaten Belu.

Hal ini diungkapkan Ketua pelaksana gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Belu, Marsel Mau Meta saat dikonfirmasi awak media ini di Atambua, Selasa (14/04/2020).

“Dari 40 buah itu beberapa sudah terpakai untuk periksa,” pungkasnya.

Plt. Sekertaris Daerah Belu ini menjelaskan bahwa ada 13 buah rapid test yang telah digunakan diantaranya bagi 5 petugas PLBN Mota’ain, 3 warga Silawan, 2 dokter yang baru pulang dari wilayah zona merah Covid-19, 2 bagi petugas dan 1 bagi bagi seorang ibu hamil.

Terkait hasil rapid test, Direktur RSUD Atambua, dr. Elena Corputty menerangkan bahwa 5 petugas PLBN Mota’ain dan 3 warga Silawan hasilnya negatif. Sementara hasi rapid test 6 lainnya tidak dijelaskan.

Sementara itu terkait pengadaan alat rapid test, Elen Corputty menerangkan bahwa pihaknya sedang memesan 1000 buah rapid test untuk dipakai bagi masyarakat di Kabupaten Belu.

Untuk diketahui rapid test adalah metode skrining awal pada OTG/kasus kontak dari pasien konfirmasi Covid-19 atau deteksi kasus ODP/PDP.

Rapid test dilakukan melalui pemeriksaan sampel darah (antibodi) atau usap (swap) orofaring / nasofaring (antigen).

Rapid test disini hanyalah sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus Corona atau COVID-19.

Tes yang dapat memastikan apakah seseorang positif terinfeksi virus Corona sejauh ini hanyalah pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR). Pemeriksaan ini bisa mendeteksi langsung keberadaan virus Corona, bukan melalui ada tidaknya antibodi terhadap virus ini. (Ronny).

Popular Articles