Thursday, March 5, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Kasat Pol PP: Masyarakat yang Bandel tidak Pake Masker akan Dikurung

DENPASAR, Theeast.co.id – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai Darmadi berjanji akan menindak tegas masyarakat yang masih bandel tidak menggunakan masker saat keluar rumah. Selama ini timnya sudah sangat maksimal melakukan sosialisasi, edukasi, mulai di pasar, pelabuhan, lapangan, di jalanan dan berbagai tempat lainnya. Menurutnya, sosialisasi wajib masker dan cuci tangan sangat penting dalam memutus mata rantai penularan Covid19 di Bali. Semua elemen mulai dari SatPol PP, TNI, Polri, relawan dan semua unsur masyarakat seperti pecalang di seluruh Bali ikut melakukan sosialisasi. Bahkan, bukan hanya sosialisasi tetapi bila menemukan masyarakat yang tidak menggunakan masker langsung diberikan masker, salah pake masker dibenarin petugas, diajarin cara mencuci tangan secara terbuka.

Darmadi juga menyebutkan usaha dan kerja keras tersebut sudah sangat maksimal. Namun relawan tetap bekerja setiap hari. Hasilnya memang terjadi perubahan pola hidup. “Kami menilai memang sudah banyak masyarakat yang mengenakan masker saat di luar rumah. Namun masih saja ada satu dua yang bandel, entah sengaja atau tidak tahu. Terhadap masyarakat seperti ini kami tetap melakukan pendekatan secara humanis. Kalau ternyata melawan maka kami akan tindak tegas. Kita akan tahan dan kita karantina,” ujarnya. Ia mengatakan, kedepan ini akan ada tindakan tegas, bagi masyarakat yang melanggar tidak mengenakan masker ketika berada di tempat umum. Sebab berbagai pendekatan untuk sosialisasi dan edukasi sudah cukup. Saatnya penegakan hukum. Salah satunya adalah akan dipulangkan ke rumahnya. Bila melawan terpaksa akan dikarantina.

Darmadi merujuk pada data sehari sebelumnya bahwa kasus positif di Bali memang masih didominasi oleh kasus import. Namun kasus transmisi lokal sudah mendekati 20%. Dan berdasarkan hasil penelusuran, kasus transmisi lokal ini terjadi karena kontak langsung dengan orang yang sudah positif baik dari kasus import maupun korban yang terjangkit di daerah lainnya yang sudah terpapar. Data itu ada semua. “Dan itu terjadi karena masyarakat tidak disiplin, tidak mengenakan masker, tidak sering cuci tangan dan seterusnya. Kita akan perketat hal ini,” ujarnya.(axelle dae).

Popular Articles