Sunday, January 25, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Tambah 47 Kasus Positif di Bali, Ini Penyebabnya

DENPASAR, Theeast.co.id – Kasus positif di Bali hari ini Rabu (18/6) bertambah 47 orang. Jumlah ini merupakan peningkatan tertinggi dalam sejarah, sejak kasus ini terkonfirmasi menulari Bali tanggal 4 Maret 2020. Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Bali Made Rentin mengatakan, warga Bali sudah seharusnya waspada dengan peningkatan kasus positif yang cukup besar di Bali. Ia menjelaskan, ada beberapa penyebab meningkatkan penambahan kasus positif di Bali Rabu (18/62020).

Pertama, hasil Contact Tracing beberapa hari terakhir telah melebihi angka ideal. “Biasanya idealnya, angka Contact Tracing 1:4, atau 1 orang yang diketahui positif sebelumnya hanya menulari 4 orang lainnya. Namun kini menjadi 1:25, atau 1 orang positif sudah menulari 25 orang,” ujarnya.

Kedua, disebabkan oleh pelaku perjalanan yang melakukan pemeriksaan secara mandiri dan diketahui hasilnya positif,” ujarnya. “Mereka adalah OTG, dan didominasi oleh pelaku perjalanan saat test swab mandiri. Artinya, penambahan pasien positif hari ini didominasi klaster baru pelaku perjalanan yang melakukan test swab mandiri, disusul hasil tracing contact oleh tim surveilens dinas kesehatan pasca temuan pasien positif sebelumnya,” ujarnya.

Ia mengatakan, kasus di Denpasar misalnya, yang sejak ditemukan kasus posotif di Pasar Badung, tiap hari petugas melakukan tracing contact. Petugas menemukan korban yang kontak langsung, kemudian langsung diambil swab dan itu rata-rata ditemukan hasil swab positif. Kondisi menyebabkan, hingga hari ini jumlah pasien positif Covid-19 di Bali tercatat 829 orang dan pasien sembuh bertambah 32 orang menjadi 542 orang. Sementara jumlah pasien meninggal hingga saat ini sebanyak 6 orang. Penambahan pasien positif yang signifikan sepanjang Covid di Bali ini ditemukan dari klaster baru pelaku perjalanan dan hasil tracing contact tim surveilens. Jadi kluster baru di Bali adalah pelaku perjalanan dan hasil Contact Tracing.

Rentin juga menjelaskan bahwa tingginya penambahan kasus positif di Bali haru dipahami. Sebab, ada insiatif warga yang melakukan test swab mandiri ini juga ditemukan sebagai kluster baru. Klaster baru secara acak contohnya hari Sabtu lalu tanggal 13 Juni itu pertama kali peningkatan tertinggi 22 yang postifif. Terus ada 17 klaster mandiri dari pelaku perjalanan yang swab mandiri ke RSPTN atau Lab lain itu juga hasilnya postif. Hari ini juga angkanya capai 47 orang. Rentin meminta masyarakat mewaspadai orang tanpa gejala (OTG) dengan tetap menjaga protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

“Dengan kondisi ini satu sisi petugas dinas kesehatan semakin berhasil lakukan tracing contact dan sisi lain kita perlu waspadai adalah OTG. Yang inisiatif sendiri ini kan dia tanpa gejala karena persyaratan dia akan melakukan perjalanan sehingga secara sadar upaya test swab mandiri dan ternyata dia ditemukan positif test swab. Yang begini justru lebih berbahaya ketimbang tracing contact yang kita lakukan,” harap Rentin.(Axelle Dae).

Popular Articles