Friday, February 13, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Pemprov Bali Blok Satu Hotel Lagi untuk Tampung Para OTG

Penulis – Axele Dhae

DENPASAR, The East Indonesia – Pemerintah Provinsi Bali bersama beberapa kabupaten dan kota di Bali terpaksa harus blok satu hotel lagi untuk karantina pasien positif yang berasal dari OTG. Hal ini disampaikan Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Bali Made Rentin saat ditemui di ruang kerjanya di Denpasar,Jumat (3/7).

Menurut Rentin, saat ini sudah diblok dua hotel untuk karantina pasien positif yang tidak ditampung di rumah sakit rujukan di Bali. “Semakin hari jumlahnya semakin banyak. Karena mereka sehat, atau tidak sakit, maka mereka diminta untuk tidak masuk rumah sakit. Beberapa tempat karantina juga sudah penuh. Selama ini mereka dikarantina di beberapa fasilitas milik Pemprov Bali namun sudah penuh. Maka pemerintah harus mencari lagi tempat karantina,” ujarnya.

Saat ini sudah ada dua hotel. Pertama, Hotel Grand Mega yang berlokasi di Simpangsiur Kuta. Hotel berkapasitas sekitar 200 lebih kamar ini sudah full terisi dengan mereka yang positif. Kedua, Hote Ibiz Kuta. Isinya sekitar 160 kamar. Hotel ini juga sudah terisi full. “Karena dua hotel sudah terisi dan warga yang positif terus bertambah maka pemerintah kini memblok lagi satu hotel yakni Hotel Ramada Bintang Bali yang terletak di Jl Kartika Plaza Kuta. Hotel ini berkapasitas sekitar 300 orang. Semoga tidak sampai full lagi,” ujarnya. Ia menjelaskan, tiga hotel ini khusus untuk karantina pasien positif yang tidak memiliki gejala (OTG) tetapi mereka dinyatakan positif. Rentin menegaskan, seharusnya, OTG bisa karantina mandiri di rumah masing-masing. Namun karena masyarakt cenderung menolak akhirnya mereka memilih untuk mendatangi rumah sakit dan akhirnya dikarantina di hotel.

Kepala Dinas Kesehatan Bali Ketut Suarjaya mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan semua Dinas Kesehatan kabupaten dan kota di Bali agar OTG yang positif tidak perlu dibawa ke rumah sakit. “Kami sudah berkoordinasi semua. OTG yang positif tidak perlu ke rumah sakit. Sebab, kalau semuanya ke rumah sakit maka disana bisa over kapasitas. Yang masuk rumah sakit hanyalah mereka yang sakit atau memiliki penyakit bawaan agar bisa dirawat secara intensif. Kalau semua ke rumah sakit, selain rumah sakit yang tidak bisa menampung, juga karena bisa menjadi klaster baru karena fasilitas yang tidak mencukupi,” ujarnya.

Popular Articles