Tuesday, February 17, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Hadapi Musim Kemarau 2020, Pemda Belu Koordinasi dengan Balai untuk Penggunaan Air Haekrit

ATAMBUA, The East Indonesia – Dalam menghadapi musim kemarau tahun 2020, Pemerintah Daerah Belu melakukan koordinasi dengan balai sungai wilayah Nusa Tenggara II di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk memanfaatkan sumber air dari Bendungan Haekrit, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Belu, Vincent K Laka saat ditemui awak media ini, Rabu (29/07/2020).

“Untuk hadapi ketersediaan air baku, kita sudah berkoordinasi dengan teman-teman Balai Sungai wilayah Nusa Tenggara II yang ada di Kupang terkait pemanfaatan sumber air dari bendungan Haekrit yang sudah selesai direnovasi,” pungkasnya.

Pria yang akrab disapa Eng Laka ini dalam waktu dekat akan segera melakukan uji coba pemompaan ke reservoar Weaituan, Kelurahan Beirafu, Kecamatan Atambua Barat.

Dirinya berharap bahwa bila berhasil pengoperasian air dari bendungan Haekrit maka bisa membantu ketersediaan air bersih bagi masyarakat di sekitaran Kota Atambua.

“Kita berharap dengan pengoperasian ini air minum disekitar Tulamalae, Pasar Baru, Wekatimun mungkin bisa segera terlayani sehingga kita bisa mengurangi masyarakat yang membeli air lewat mobil tangki,” pungkas Eng Laka.

Kadis PUPR Belu ini pun akan berkoordinasi dengan pihak PDAM Belu untuk melakukan pembagian air secara transparan dan adil sehingga masyarakat Belu khususnya di wilayah perkotaan bisa terlayani secara baik. (Ronny).

Popular Articles