Friday, January 16, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Tiga Kapal Asing Kembali Ditangkap di Laut Natuna Utara

DENPASAR, The East Indonesia – Menteri Kelautan dan Perikanan Edy Prabowo mengumumkan penangkapan terbaru yakni tigak kapal asing yang sedang mencuri ikan di Laut Natuna Utara. Pengumuman tersebut digelar di Pelabuhan Benoa Bali, Rabu (12/8/2020).

Diumumkan di Bali karena pada saat yang sama Menteri Kelautan dan Perikanan sedang mengikuti penutupan Bulan Bakti Karantina dan serangkaian kunjungan kerja di Bali. Hadir dalam acara tersebut yakni sejumlah pejabat di Direktorat Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan, unsur Polda Bali, unsur Angkatan Laut di Benoa Bali, Kodam IX Udayana dan berbagai pejabat terkait lainnya.

Menurut Edy Prabowo, penangkapan tersebut digelar pada Senin malam (10/8/2020). Kapal yang ditangkap tersebut berjumlah tiga kapal dengan kapasitas besar dalam satu paket. Kapal tersebut berasal dari Vietnam. Ketiganya memiliki fungsi sebagai kapal lampu atau penunjuk arah, kapal penangkap dan kapal pengangkut. Total awak kapal yang diperiksa sebanyak 26 orang.

“Saat ini kapal-kapal tersebut sedang ditarik ke Pontianak untuk ditahan dan diperiksa lebih lanjut. Proses hukum akan dilakukan, namun akan melepaskan awak kapal yang hanya bekerja dan tidak paham dengan wilayah perbatasan laut Indonesia terutama yang di Natuna Utara.

“Kami memberikan apresiasi kepads petugas yang selama ini berada di tengah laut, yang tanpa pernah mengenal letih dan rasa takut untuk menjaga laut kita Terima kasih, kalian luar biasa, semangat terus. Sampaikan kepada anak kita di sini, seluruh rakyat Indonesia bangga atas keberanian kalian. Jangan pernah menyerah dan lelah untuk menjaga laut kita. Terima kasih sekali,” ujarnya.

Sebagai apresiasi terhadap keberhasilan dalam penangkapan ini, Kementerian KKP akan memberikan apresiasi dengan membayar atau memberikan insentif sebesar Rp 23.500.000 perorang.

Hingga saat ini sudah ada 69 kapal asing dalam kurun waktu kurang lebih 8 bulan yang berhasil ditangkap. Kapal asing yang mencuri ikan di laut Indonesia khususnya di Natuna terbanyak berasal dari Vietnam sebanyak 28 kapal. Sisanya berasal dari Malaysia, Filipina, Taiwan dan beberapa negara lainnya di kawasan Asia. Kapal-kapal yang ditangkap tersebut tidak akan dimusnahkan atau ditenggelamkan melainkan bisa digunakan untuk kepentingan pendidikan dan pelatihan, membantu nelayan Indonesia, atau kepentingan lainnya.

“Ingat. Kami tidak pernah ada agenda untuk menenggelamkan kapal. Kapal asing akan ditenggelamkan bila mereka melakukan perlawanan saat ditangkap. Kita bertindak tegas. Bila sudah ditangkap maka kapal tersebut menjadi barang sitaan negara dan bisa digunakan untuk kepentingan banyak orang,” ujarnya.

Penulis : Axelle Dae|Editor : Christovao Vinhas

Popular Articles