ATAMBUA, The East Indonesia – Masyarakat sekitaran Fatubenao, Kelurahan Fatubenao, kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL melakukan pekerjaan penambalan jalan yang sudah rusak sekian tahun, Selasa (22/09/2020). Pekerjaan jalan ini dilakukan dari cabang dusun Fatubenao B menuju ke dusun Ainaren, Kelurahan Fatubenao.
Berdasarkan informasi yang didapat jalan tersebut dikerjakan terakhir kali pada tahun 2004 oleh kontraktor PT miliknya salah satu pengusaha di Kabupaten Belu. Jalan tersebut mulai mengalami kerusakan yang parah mulai tahun 2014 yang lalu dan belum juga diperhatikan oleh Pemerintah Daerah Belu.
Tak kunjung diperbaiki, masyarakat sekitaran Fatubenao mengambil inisiatif untuk mengerjakan jalan tersebut dengan swadaya sendiri. Pekerjaan yang dilakukan adalah menambal jalan berlubang dan memang sudah cukup parah. Banyak orang berkendara dan telah berulang- ulang mengalami kecelakaan di ruas jalan melewati Kantor Lurah Fatubenao tersebut.
Pantauan awak media ini, puluhan masyarakat langsung turun ke jalan untuk membersihkan dan mengerjakan penambalan terhadap jalan tersebut dengan bantuan 1 alat berat penggilas. Karena keterbatasan dana, mereka pun harus mengerjakan jalan tersebut dengan bahan seadanya. Beberapa warga yang ditemui awak media ini mengatakan bahwa pekerjaan tersebut dilakukan karena prihatin dengan kondisi jalan mereka yang selama ini tidak diperhatikan oleh Pemerintah Daerah Belu.
Mereka pun menekankan bahwa tidak ada unsur macam- macam selain hanya ingin perbaiki jalan tersebut. “Kita ada unsur macam-macam. Justru Bupati harus prihatin kalau begini. Ini kami swadaya. Pejabat di Fatubenao lihat kita dulu, kita sudah ke manusia sisa saja,” imbuh warga Fatubenao tersebut.
Sampai berita ini diturunkan, pekerjaan jalan yang dilakukan dengan swadaya masyarakat tersebut masih sementara dikerjakan. (Ronny)


