ATAMBUA, The East Indonesia – Merasa terpanggil untuk membawa perubahan menuju masyarakat Belu yang lebih baik, dr. Taolin Agustinus, Sp.P.D memutuskan untuk maju bertarung pada Pilkada Belu tahun 2020.
Dengan menggandeng Drs. Aloysius Haleserens, MM sebagai calon Wakil Bupati Belu, dr. Agus Taolin pun menyatakan siap berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kabupaten Belu.
Hal ini diungkapkan Calon Bupati Belu dr. Agustinus Taolin dari paket Sehati saat dikonfirmasi awak media ini, Rabu (30/09/2020).
dr. Agus Taolin menegaskan bahwa dirinya merupakan asli orang Halilulik, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu yang mana dari lahir hingga besar di Halilulik.
Dalam karirnya, dr. Agus Taolin pernah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejak tahun 1988 sampai 2010 yang mana pernah mengabdi di beberapa Puskesmas yang ada di Kabupaten Belu bahkan menjadi direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Atambua.
“Saya jadi dokter sudah 30 tahun lebih. Saat ini saya sebagai dokter spesialis penyakit dalam,” imbuhnya.
dr. Taolin Agustinus ini kemudian menjabarkan bahwa sesungguhnya terdapat besar keinginan masyarakat belu yang ingin perubahan, dari sini dirinya maju mencalonkan diri sebagai Bupati Belu karena merasa terpanggil untuk membawa perubahan bagi kesejahteraan masyarakat Belu.
“Saya kembali ke Belu karena keprihatinan atas kondisi daerah dan kondisi masyarakat di Belu. Kita lihat, kita dengar dan kita rasakan masyarakat Belu saat ini hidupnya susah dalam berbagai hal,” ujarnya
Ambil contoh, pada bidang pemerintahan, dirinya mendengar bahwa tata kelola pemerintahan hari ini sedang tidak sesuai dengan harapan dari masyarakat di Kabupaten Belu.
Dalam bidang pelayanan khususnya kesehatan, masyarakat sulit mendapatkan akses berobat secara gratis.
“Kita lihat bahwa di bidang kesehatan, masyarakat masih sulit untuk mendapat akses berobat ke rumah sakit karena ketiadaan kartu BPJS dan Jamkesda. Sebagian masyarakat itu berobat harus bayar sendiri. Ikut BPJS juga masih harus bayar sendiri. Yang memiliki BPJS obat tidak ada harus membelinya sendiri. Mau pakai ambulans, ambulans tidak ada. Sudah meninggal, mau pulang mobil jenazah tidak ada,” tuturnya.
dr. Agus Taolin juga menyampaikan bahwa sebelum dirinya maju sebagai calon Bupati Belu dalam Pilkada Belu 2020, pihaknya sudah terlebih dahulu melakukan survey yang mana sekitar 78% masyarakat Kabupaten Belu menginginkan adanya perubahan.
“Kita juga sudah survei bahwa kesehatan, pendidikan, pertanian, peternakan, air bersih serta infrastruktur yang lain jalan, perumahan. Hal-hal itu masih sangat memprihatinkan termasuk birokrasi,” pintanya.
Oleh karena itu, mereka melihat bahwa momentum pemilihan kepala daerah tanggal 9 Desember 2020 mendatang ini harus ada perubahan di Belu dengan cara memilih pemimpin yang bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat dan pemimpin yang bisa melakukan perubahan di Kabupaten Belu dengan cara-cara memimpin yang baik.
“Karenanya kami sudah memutuskan dan sudah ditetapkan sebagai calon Bupati bersama pak Alo Haleserens sebagai calon wakil Bupati untuk maju dalam Pilkada Belu pada tanggal 9 Desember mendatang. Kami didukung oleh partai Nasdem, Partai Golkar, PKB, PKPI dan PKS serta partai Perindo dan PSI,” tandasnya.
dr. Agus Taolin bersama Drs Aloysius Haleserens berharap untuk diberikan kepercayaan dari masyarakat Kabupaten Belu untuk menjalankan program- program unggulan yang ditargetkan dan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Belu.
“Semoga nanti masyarakat bisa memberikan kepercayaan kepada kami untuk menjalankan program unggulan kami dengan memilih paket sehati pada tanggal 9 Desember, sehingga bisa berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Belu,” tandasnya. (Ronny)


