ATAMBUA, The East Indonesia – Beberapa hari yang lalu tepatnya Minggu (18/10/2020) Paket Sehati berkampanye di RT 27, Holsa, Kelurahan Fatubenao, Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL dan mendapatkan beberapa keluhan dari masyarakat diantaranya air bersih, jalan raya dan listrik.
Berdasarkan informasi yang didapat, tiga hari kemudian tepatnya Selasa (20/10/2020) sekitar jam 8 malam, Lurah Fatubenao dan Kadis PUPR Belu bersama RT 16 merespon dan mengundang Ketua RT 27, Theo Kai melakukan pertemuan untuk berkoordinasi memperbaiki jalan tersebut.
Selanjutnya hari ini (21/10/2020) Lurah Fatubenao dan Kadis PUPR bersama tim mendatangi Dusun Holsa untuk melakukan survei dan segera memperbaiki akses jalan diarea perumahan tersebut.
Melihat hal tersebut anggota DPRD Belu fraksi Nasdem, Benedictus Manek sangat memberikan apresiasi yang tinggi kepada pihak Pemerintah Daerah Belu dalam hal ini Kadis PUPR Belu dan Lurah Fatubenao yang respek dengan keadaan masyarakat.
“Sebagai anggota DPRD kami bersyukur karena akibat dari Kampanye itu ternyata Pemerintah dalam hal ini Lurah Fatubenao bersama Kadis PUPR Belu langsung merespon dengan cepat. Jadi ini sangat bagus untuk masyarakat Kabupaten Belu. Tanggal 18 kami berkampanye, tanggal 20 Ketua RT di Holsa, Theo Kai didatangi oleh Lurah Fatubenao dan Kadis PUPR Belu dan mengatakan akan segera membangun jalan disitu,” pungkasnya.
Namun sayangnya mengapa respon ini baru dilakukan usai masyarakat mengeluhkan hal tersebut kepada Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan melawan paket Petahana.
Anggota DPRD Belu sekaligus Ketua Komisi I DPRD Belu ini mempertanyakan kemana saja Pemerintah selama ini sehingga baru bisa merespon keluhan dimusim Pilkada.
“Ya ini tentunya sangat baik karena merupakan kabar gembira bagi masyarakat. Hanya kami merasa lucu saja selama ini pemerintah kemana? Ketika mendekat momen Politik tiba-tiba muncul sebagai dewa penolong,” pinta Benny Manek.
Karenanya, Anggota DPRD kabupaten Belu ini menerangkan agar masyarakat sudah bisa memahami dan mengetahui tentang pemimpin yang benar-benar pro rakyat.
“Kami berharap masyarakat sudah mengerti, lebih bijak dan bisa mengetahui mana pemimpin yang benar-benar pro rakyat. Jangan sampai karena kepentingan, ada maunya baru kita hadir untuk rakyat,” tandas Benny Manek.
Politisi muda ini juga menegaskan bahwa terlepas dari segala kepentingan politik, masyarakat bisa melihat bahwa perbaikan jalan tersebut merupakan kewajiban Pemerintah Daerah Belu yang harus dilakukan untuk bisa melayani kebutuhan masyarakatnya.
“Kalau diperbaiki ya itu merupakan kewajiban pemerintah untuk melayani kebutuhan masyarakatnya,” tutur Benny Manek.
Sebelumnya diberitakan bahwa Kampanye Paket Sehati dr Agustinus Taolin dan Drs Aloysius Haleserens di Dusun Holsa, Kelurahan Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu masyarakat mengeluhkan akses jalan, air bersih dan listrik.
Hadir dalam kegiatan Kampanye Paket Sehati tersebut, calon Bupati dr Agustinus Taolin, Wakil Ketua I DPRD Belu sekaligus Ketua Golkar Belu Yohanes Jefri Nahak, Wakil Ketua II DPRD Belu Cyprianus Temu, anggota DPRD Belu fraksi Nasdem Benedictus Manek dan beberapa tokoh masyarakat.
Pengeluhan akses jalan, listrik dan air bersih ini lantaran di dusun tersebut terdapat kepadatan penduduk yang terus menanjak dari waktu ke waktu.
Namun hingga masa kepemimpinan Bupati Belu Willybrodus Lay dan Wakil Bupati Belu JT Ose Luan yang hampir usai akses jalan, air bersih dan listrik di dusun tersebut tak kunjung diperhatikan oleh pemerintah daerah.
Pengeluhan akses jalan ini disampaikan salah satu perwakilan masyarakat, Riki Bere dalam sesi tanya jawab bersama Paket Sehati, Minggu (18/10/2020).
Sejak awal diterangkan bahwa pengeluhan yang disampaikan dari masyarakat itu bukanlah untuk menginginkan suatu jabatan.
“Kami yang berbicara di sini, kami tidak menginginkan jabatan. Ketika pak dokter naik nanti, kami tidak mendapatkan jabatan. Jadi kami hanya menginginkan perubahan,” pungkasnya.
Selanjutnya mewakili masyarakat di Fatubenao, dirinya mengeluhkan terkait akses jalan yang tak kunjung diperhatikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Belu.
“Tentang jalan-jalan yang ada di sini di wilayah sini, ada tiga titik yang perlu diperhatikan khusus karena wilayah ini yang padat penduduknya tapi jalannya sangat memprihatinkan,” ujar Riki Bere diamini masyarakat lainnya.
Menyambung dari situ, salah satu perwakilan masyarakat lainnya, Jeremias Tae Mau menyampaikan keluhan lainnya terkait listrik yang pernah dijanjikan paket Petahana.
“Lima tahun yang hampir berlalu, pemimpin kami yang lalu mereka pernah menjanjikan bahwa tempat ini akan diterangkan tetapi tidak ada yang terealisasi,” pintanya.
Dirinya kemudian menerangkan bahwa janji selanjutnya yang diberikan oleh paket Sahabat pada lima tahun yang lalu adalah air bersih untuk masyarakat.
“Kami kesulitan air. Dulu menjanjikan dalam visi-misinya bahwa Kabupaten Belu akan menjadi lautan air. Mana jawabannya? Kemarin kami dukung Sahabat dengan seribu satu macam gaya tipuan, kami tertipu. Maka oleh karena itu kami ingin perubahan dengan Pak dokter dan pak Alo. Mudah-mudahan tanggal 9 Desember kita satu hati satu tujuan memilih beliau menjadi pemimpin kita,” tandas Jeremias.
Merespon pertanyaan tersebut, dr Agustinus Taolin berjanji dalam tahun pertama masa kepemimpinan Paket Sehati akan langsung mengerjakan hal-hal tersebut karena merupakan program- program unggulannya.
“Tadi sudah masukkan kesulitan disini, jalan raya, listrik, air bersih pasti kita perhatikan karena itu program unggulan dan prioritas dari kami. Kami akan segera menjalankan itu dalam tahun-tahun pertama kami bekerja,” tegas dr Agus Taolin. (Ronny)


