ATAMBUA, The East Indonesia – Politisi memang harus berjanji dan terus menebar janji dengan program-program yang tentu juga menggiurkan. Tidak terkecuali Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Belu tahun 2015 yang lalu. Paket Sahabat pernah menjanjikan beberapa program dalam visi-misinya. Apakah dipenuhinya?
Dalam catatan media ini, setidaknya ada 5 misi yang dipaparkan paket Sahabat pada tahun 2015 yang lalu. Salah satunya melakukan penataan birokrasi daerah dan berkomitmen pada penegakan hukum guna mewujudkan pemerintahan yang bersih, berwibawa dan tidak korupsi.
Misi penataan birokrasi ini juga ternyata menjadi salah satu program utama yang harus dilakukan oleh pasangan Willybrodus Lay dan Drs JT Ose Luan pada Pilkada 2015 lalu.
Dalam program utama itu ada 2 point penting yang mau diwujudkan yakni menata birokrasi yang bersih, sehat dan menciptakan iklim birokrasi yang nyaman, demi optimalisasi kerja serta pelayanan masyaraka serta mencegah human traficking dan TKl legal.
Dalam pernyataan paket Sahabat yang dipaparkan Willybrodus Lay didampingi Drs JT Ose Luan di Gedung Wanita Betelalenok Atambua 2015 lalu dijelaskan bahwa menata birokrasi yang ada di Kabupaten Belu dengan terlebih dahulu dimulai dari pemimpinnya.
“Program yang terakhir, tata kelola birokrasi. Tata kelola birokrasi harus dimulai dari pemimpinnya. Pemimpin kita harus jujur, disiplin, transparan, akuntabel, tanggung jawab dan bebas KKN,” pungkas Willy Lay.
Selanjutnya terkait perencanaan Birokrasi, Paket Sahabat berjanji akan melaksanakannya sesuai kualifikasi dan kompetensi.
“Perencanaan birokrasi berdasarkan kualifikasi dan kompetensinya. Orang tepat pada tempat yang tepat,” tandas Willybrodus.
Untuk diketahui dalam Pilkada Belu 2015 terdapat 5 misi yang dipaparkan oleh paket Sahabat yakni meningkatkan kualitas SDM Belu, pembangunan dan pemberdayaan ekonomi, pembangunan infrastruktur daerah secara umum dan khususnya sebagai wilayah perbatasan, melakukan penataan birokrasi daerah dan komitmen pada penegakan hukum guna mewujudkan pemerintahan yang bersih, berwibawa dan tidak korupsi dan menata budaya dan kearifan lokal Belu.
Salah satu calon Wakil Bupati Belu pilkada 2015, Cyprianus Temu saat dikonfirmasi awak media ini, Jumat (30/10/2020) membenarkan hal tersebut bahwa paket Sahabat dalam debat calon tahun 2015 lalu pernah memaparkan hal tersebut.
“Benar waktu itu dalam debat. Kita dikasih materi terkait tata kelola pemerintahan, terus Merit System yang mau dijalani kalau terpilih,” pungkasnya.
Paket sahabat waktu itu bertekad untuk menempatkan orang pada posisi dan keahliannya dimana orang teknik ditempatkan pada bagian teknik, orang pertanian ditempatkan pada pertanian.
“Sayangnya setelah terpilih 5 tahun, sistem ini tidak dipakai. Mudah-mudahan dalam debat kali ini tahun 2020 tidak dibuat lagi janji-janji manis yang kemudian tidak bisa terpenuhi,” tandas Cypri Temu. ***(Ronny)


