Saturday, March 14, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Kasus Covid di Buleleng Kembali Melonjak, Salah Satunya Klaster Lapas

SINGARAJA, The East Indonesia – Kasus terkonfirmasi covid-19 di Buleleng selasa (9/2) mengalami peningkatan kasus. Dari data Satgas Penanganan covid-19 Buleleng, tercatat sebanyak 42 kasus terjadi. Peningkatan kasus terkonfirmasi covid tersebut sebagian besar berasal dari dua klaster yang terjadi yakni di Lapas kelas IIB Singaraja dan Klaster pegawai Bank.

Sekretaris Penanganan Covid-19 Buleleng yang juga Sekda Buleleng, Gede Suyasa mengatakan hari selasa ini terjadi peningkatan kasus terkonfirmasi yang cukup banyak di Buleleng. Ada dua klaster yang terjadi dari data peningkatan kasus terkonfirmasi. Klaster pertama berasal dari Lapas Kelas IIB Singaraja. Di Lapas Kelas IIB Singaraja, awalnya ada dua tahanan yang mengalami sakit. Setelah dilakukan rapid terhadap dua tahan tersebut, hasil rapidnya ternyata reaktif. Kemudian diambil tes swab terhadap dua tahanan tersebut dan hasilnya positif covid-19 dan saat ini telah dirawat di rumah sakit.

“ Dari dua orang yang terkonfirmasi tersebut, tim Surveilance melakukan tracing terhadap puluhan orang dan mendapati tujuh yang terkonfirmasi di dalam Lapas Kelas IIB Singaraja. Rencananya sekitar 158 orang lainnya akan dilakukan rapid tes antigen di dalam Lapas untuk memastikan penularan. Kita masih minta tambahan rapid tes dari Provinsi untuk melakukan tes di Lapas,” ungkapnya.

Selain dilapas juga ada klaster dari petugas pungut Bank di Kecamatan Seririt. Pegawai Bank ini tinggal di rumah Kost bersama teman-temannya di wilayah Seririt. Dan dari tempat kost tersebut ditemukan enam orang yang terkonfirmasi positif dan rata-rata pegawai bank yang sama.” Selain dari dua klaster besar tersebut, penambahan hari ini tersebar di masing-masing wilayah, “ imbuhnya.

Suyasa menambahkan bahwa hari ini ada satu kasus meninggal dunia dari pegawai Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Buleleng yang sebelumnya terkonfirmasi positif covid-19. Kasus yang meninggal ini adalah seorang wanita berusia 56 tahun dengan komorbid komplikasi yang cukup banyak. Dan hari ini telah dilakukan tracing terhadap 20 orang yang kontak erat dan akan dilakukan rapid antigen. Untuk ruangan kerja di bidang yang bersangkutan sudah ditutup sejak hari senin (8/2) kemarin. “ Jika hasil rapid terhadap 20 orang tersebut non reaktif maka, ruangan akan kembali dibuka dan pegawai bekerja seperti biasa. Sementara almarhum di satu rumah ada empat orang, dan suami almarhum dinyatakan positif covid,” pungkasnya.

Penulis|Wismaya|Editor|Chris

Popular Articles