ATAMBUA, The East Indonesia – Dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL, Kepolisian Resort (Polres) Belu melakukan launching program Testing, Tracing dan Treatment (3T).
Kegiatan launching program 3T yakni pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment) ini ditandai dengan apel gabungan aparat TNI-Polri kesiapan tenaga vaksinator dan tracer Covid-19 di lingkungan Polda NTT bertempat di lapangan Mapolres Belu, Rabu pagi (23/02/2021).
Dalam apel tersebut Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh bertindak selaku inspektur upacara dan dihadiri PLH Bupati Belu, Frans Manafe, Dandim 1605/Belu, Dansatgas RI-RDTL Sektor Timur Yonif RK 744/SYB, para Perwira TNI-POLRI serta personil Kodim Belu dan Polres Belu.
Dalam sambutan Kapolda NTT yang dibacakan Kapolres Belu AKBP Khairul Saleh menyampaikan bahwa pandemi virus corona belum berakhir, masyarakat justru semakin resah dengan terus meningkatnya kasus penderita covid.
Provinsi NTT kini berada pada zona merah, harus senantiasa berusaha agar terjadi perubahan status dari zona merah menjadi zona hijau.
Berkaitan dengan itu pemerintah resmi menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro mulai 09 Februari 2021 hingga 22 Februari 2021.
“Walaupun PPKM mikro diterapkan di 7 provinsi, namun daerah kita juga harus berinisiatif menerapkan PPKM mikro ini sehingga kita tidak terlena dan berusaha menekan laju penyebaran covid-19 di masyarakat,” pungkas AKBP Khairul Saleh.
Diharapkan sesuai program pemerintah dengan mengedepankan para Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak Polri di tengah masyarakat dapat menjadi agen pencegahan, pendeteksian dan penanggulangan terhadap covid-19 di Desa.
“Di Samping bertugas sebagai penegak disiplin protokol kesehatan, para Bhabinkamtibmas juga dapat membantu pemerintah untuk melaksanakan tracing Covid-19 di tengah masyarakat,” pintanya.
Dijelaskan bahwa selain itu, Polri juga telah menyiapkan tenaga kesehatan pada Rumah Sakit Bhayangkara sebagai vaksinator untuk mendukung program vaksinasi nasional yang telah dicanangkan bapak Presiden RI Joko Widodo.
“Mencermati hal tersebut, saya pun berkomitmen untuk mensukseskan pelaksanaan program ini guna meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap kegiatan vaksinasi massal vaksin sinovac covid-19. Dimana keberadaan para Bhabinkamtibmas merupakan garda terdepan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat, serta Bhabinkamtibmas selalu hadir di tengah masyarakat untuk mengetahui perkembangan situasi dan kondisi yang ada di lingkungan sedini mungkin,” tandas Kapolres Belu.
Dirinya meminta dalam mencegah penyebaran covid-19, perlu mendukung program vaksinasi dan terus disiplin terhadap protokol kesehatan dengan 5M yaitu memakai masker dengan benar, mencuci tangan pakai sabun dengan rutin, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.
Kapolres Belu pun melakukan beberapa penekanan untuk dipedomani dan dilaksanakan, antara lain;
1. Kepada seluruh petugas medis dan bhabinkamtibmas untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan komitmen moral dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat, 2. Terus tingkatkan profesionalisme serta sinergitas polisi dengan seluruh komponen masyarakat, 3. Intensipkan penyampaian pesan kamtibmas melalui kegiatan sambang door to door sistem sehingga akan terbangun kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap kamtibmas khususnya sebagai tracer covid-19,
4. Tingkatkan intensitas keberadaan bhabinkamtibmas di tengah-tengah masyarakat, 5. Jadikan diri saudara sebagai penggerak revolusi mental dan tertib sosial di ruang publik serta hindari tindakan kontra produktif yang dapat menyakiti hati masyarakat. 6. Kepada para pimpinan bhabinkamtibmas, tingkatkan pengawasan dan pengendalian terhadap para bhabinkamtibmas, serta lakukan analisa dan evaluasi kinerja secara berkala sehingga kinerja para bhabinkamtibmas dapat terpelihara dengan baik. (Ronny)


