DENPASAR, The East Indonesia – Bavisch Music School Denpasar meluncurkan buku berjudul “Musik Si Solmi-Bavisch Spelling Method” atau langah mudah memainkan lagu dan komposisi dengan cara mengeja. Peluncuran digelar pada Sabtu (17/4/2021) di Lantai Dasar Mall Level 21 Denpasar. Buku ini ditulis oleh Choirul Anam dan diterbitkan oleh Prasasti. Buku ini berisikan tentang cara mempelajari dengan mudah tentang beberapa alat musik seperti piano, guitar dan violin. Secara keseluruhan berisikan tentang langkah mudah memainkan lagu dengan alat musik dengam cara mengeja.
Penulis buku Choirul Anam mengatakan, musik adalah miniatur kehidupan yang memerlukan logika, rasa, praktek dan ketekunan. “Saya yakin bahwa semua orang bisa mempelajari musik dengan baik dan benar dengan 1% talenta – 99% kerja keras,” ujar Choirul Anam.
Pemilihan Mall Level 21 sebagai tempat kegiatan ini mengingak kualitas sarana dan prasarana Mall Level 21 serta posisi strategis di pusat kota Denpasar. Melalui acara ini, Bavisch ingin mengajak masyarakat, terutama generasi muda untuk belajar music secara mandiri di rumah dengan menggunakan metode Si Solmi selama pandemic Covid 19.
Buku-buku ini diterbitkan dalam rangka usaha mendukung gerakan gemar membaca dan pemberantasan buta not balok. Melalui pemahaman teori dan praktek musik yang benar akan menyehatkan jiwa seseorang sehingga terbentuk masyarakat yang sehat lahir, batin, sosial dan spiritual.
Peluncuran buku ini juga menjadi sebuah ajang kreativitas yang dapat menumbuhkan rasa cinta pada musik melalui suguhan penampilan beberapa talenta Bavisch cilik yang akan menghibur para undangan dan pengunjung mall yang hadir pada hari itu. Acara ini juga akan dihadiri oleh mitra kerja Bavisch Music School, murid Bavisch, alumni Bavisch serta masyarakat umum juga masyarakat Desa Dauh Puri Klod- dimana Bavisch Music School berlokasi. Protokol kesehatan dan pemakaian masker tetap merupakan prioritas selama acara berlangsung untuk menjaga kesehatan kita semua.
Mengenai Bavisch
Bavisch Music School didirikan oleh Choirul Anam di Denpasar pada 1 juli 2001. Efek Mozart telah mempengaruhi diri seorang Choirul Anam sejak usia belia. Pesona biola, piano, gitar serta instrument dalam orkestra menginspirasi dan memberi efek positif yang sangat besar dalam hidupnya. Rasa cinta yang besar terhadap musik memberi energi yang luar biasa untuk mendalaminya dari usia belia hingga mampu memimpin orkestra.
Berdirinya Bavisch sebagai sekolah musik memberi Anam media ruang dan waktu untuk mencurahkan semua pemikiran musik yang dimiliki dan membagi esensi musik yang sudah jarang dibicarakan. Bavisch merupakan tempat dimana Choirul Anam dapat berbagi perspektif musik dan sensasi dalam bermusik yang sudah hampir dilupakan.
Choirul Anam menemukan Si Solmi Bavisch Spelling Method yang kemudian diimplementasikan dalam kurikulum dan tekhnik pembelajaran juga cetak buku. Si Solmi Bavisch Spelling Methord merupakan wujudan idealisme Choirul Anam di dalam dunia musik.(cv).


