Thursday, March 12, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Dukung Kota Tanggap Ancaman Narkoba di Wilayah Batas RI-RDTL, BNN Belu Gelar Workshop Bagi Insan Media

ATAMBUA, The East Indonesia – Dalam rangka pelaksanaan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Belu menggelar kegiatan Workshop Penguatan Kapasitas Kepada Insan Media Untuk Mendukung Kota Tanggap Ancaman Narkoba di Wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL.

Kegiatan workshop dengan insan media ini dilaksanakan di Aula Hotel Matahari Atambua, Rabu pagi (16/06/2021).

Narasumber dalam workshop tersebut, Kepala Dinas Kominfo Belu, Johanes Andes Prihatin; Kasat Narkoba Polres Belu, IPTU Hadi Samsul Bahri dan Kasi Pidum Kejari Belu, Saefudin, SH, MM.

Sementara peserta dalam kegiatan tersebut antara lain Dinas Kominfo Kabupaten Belu, Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Beu, RRI Atambua, Radio Dian Mandiri Atambua, Radio Misi Kalvari Atambua, TVRI Atarmbua, Koresponden MNC Group Atambua, Pos Kupang, Victory News, Timor Express, NTT Online, Gerbang Indo News, Vox NTT, The East, Timor Daily, Puteri Belu 2019, NTT Bisa Maju Chanel, m-Kantas Chanel dan Kodjek Atambua.

Akhir dari kegiatan ini, para peserta yang hadir akan dijadikan sebagai penggiat anti narkoba.

Kepala BNNK Belu, Muhammad Rizal, S.Sos dalam sambutannya mengatakan arah dan kebijakan BNN yaitu perang melawan narkoba untuk mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih dari Narkoba).

Setiap Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota diminta harus tanggap ancaman bahaya narkoba dengan melakukan kebijakan Kota Tanggap Ancaman Bahaya Narkoba.

“Tidak saja Kabupaten/Kota tetapi kita juga telah memprogramkan Desa Bersinar, Bersih dari Narkoba. Kebijakan ini untuk melihat daerah sisi terluar,” pungkasnya.

Karena itu, Pemerintah Daerah memiliki peran penting dan strategis dalam mengatasi masalah penyalahgunaan narkoba.

“Berbagai elemen di wilayah BNNK Belu harus merapatkan barisan dalam ragam kesiapsiagaan menghadapi ancaman bahwa di kota ini akan menjadi sarang ataupun pelintasan dari Narkoba,” tandas Rizal.

Dijelaskan bahwa terkait dengan kehadiran insan media dalam kegiatan ini dikarenakan media merupakan mitra yang tidak bisa dilepas untuk menjalankan peran dalam tanggap terhadap ancaman Narkoba.

“Kita ingin menjadikan teman-teman media penggiat anti narkoba dalam mewujudkan kota tanggap ancaman bahaya narkoba di wilayah perbatasan Negara,” pinta Muhammad Rizal.

Kepala BNNK Belu ini mengharapkan agar dengan kegiatan yang dilaksanakan hari ini dapat muncul terobosan maupun ide baru agar terjalin sinergitas demi kota Belu yang bersih dari Narkoba.***

Penulis – Ronny|Editor – Christ

Popular Articles