Saturday, March 21, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Tumbuhkan Gemar Membaca Anak, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Belu Gelar Lomba Cerita Rakyat Tingkat SD/MI

ATAMBUA, The East Indonesia -Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Belu menggelar lomba cerita rakyat tingkat siswa-siswi Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) se-kabupaten Belu, Rabu (30/06/2021).

Perlombaan ini dilaksanakan di Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Belu dibawah tema, menumbuhkan kegemaran membaca dan kecintaan terhadap budaya lokal dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Materi yang dilombakan adalah cerita rakyat yang berasal dari Kabupaten Ende dan Kabupaten Rote Ndao dengan judul Rahasia Kelimutu dan Babala Oli.

Kegiatan lomba cerita rakyat ini difokuskan untuk diikuti siswa-siswi kelas 4 SD/MI baik negeri maupun swasta di seluruh Kabupaten Belu.

Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, MM usai membuka kegiatan lomba cerita rakyat tersebut memberikan apresiasi kepada PLT Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Belu, Joni Antonio Martins, S. STP dan jajarannya yang telah menyelenggarakan lomba tersebut.

“Kita memberikan apresiasi kepada PLT Kadis dan jajarannya yang telah menyelenggarakan kegiatan ini,” pungkasnya.

Disampaikan Kabupaten Belu memiliki sekitar 6 ribuan judul buku dengan jumlah 17 ribuan eksemplar buku yang bisa digunakan untuk menambah wawasan anak maupun masyarakat Kabupaten Belu.

Namun, diakui masih kurangnya kesadaran anak-anak, para Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun secara umum masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Belu.

Karena itu, Wabup Belu mengharapkan agar dengan adanya kegiatan ini dapat menumbuhkan kegemaran membaca dari anak-anak maupun masyarakat Kabupaten Belu.

Dengan adanya kegiatan ini pula diharapkan untuk dapat memotivasi anak-anak Belu dalam mengasah kemampuan mereka dan bisa meraih juara lomba bercerita rakyat di tingkat Kabupaten, Provinsi bahkan Nasional.

“Kegiatan ini kita harapkan dapat menumbuhkan niat membaca dari anak-anak maupun masyarakat sehingga dapat terus menambah wawasan baik secara pribadi maupun kelompok,” pinta Alo Haleserens.

Sementara itu, PLT Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Belu, Joni Antonio Martins, S.STP menjelaskan kemampuan dan kesenangan membaca merupakan modal dan faktor penting dalam penyelenggaraan pendidikan dan pembangunan masyarakat untuk hidup lebih cerdas, berwawasan luas dan tangkas dalam menghadapi peluang dan tantangan di era ekonomi global.

Upaya pembudayaan membaca harus ditanamkan dan dilatih pada anak-anak sedini mungkin serta dilakukan secara berkelanjutan dalam kondisi yang kondusif, harmonis dan komunikatif.

“Dinas Perpustakaan dan Kearsipan merupakan dinas yang melakukan urusan wajib pelayanan dasar di bidang pendidikan sehingga menumbuhkan niat membaca dari generasi muda menjadi tugas dan tanggung jawab kami. Salah satu cara untuk membangkitkan niat membaca anak-anak yaitu kita adakan perlombaan cerita rakyat tingkat SD/MI,” tandas Joni Martins.

Lomba cerita rakyat ini pun memiliki beberapa tujuan, diantaranya;
1. Menumbuhkan kegemaran membaca anak-anak serta kecintaan terhadap karya budaya bangsa melalui berbagai bacaan atau buku
2. Mengangkat dan mempopulerkan buku-buku cerita budaya daerah (local) yang
mengandung nilai -nilai kehidupan yang baik serta membangun karakter bangsa baik buku bernuansa cerita kepahlawanan maupun legenda
3. Menumbuhkembangkan kecintaan anak – anak terhadap karya budaya bangsa.
4. Mencari bibit-bibit muda dari semua penjuru nusantara, yang dapat menjadi panutan dalam menjalankan kebiasaan gemar membaca.

“Dari kegiatan ini selain terpilihnya siswa-siswi SD/MI terbaik dalam mendongeng atau membawakan isi buku cerita budaya daerah, kita juga sangat mengharapkan untuk terwujudnya anak-anak yang layak sebagai panutan bagi generasi penerus bangsa di bidang gemar membaca tahun 2021,” pungkas urai Joni Martins.

Terkait para pemenang lomba, PLT Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Belu menjelaskan bahwa meski dengan keterbatasan anggaran yang ada di Dinasnya, anak-anak akan tetap diberikan support yang baik. (Ronny)

Popular Articles